Indonesian Air Force planes seeding storm clouds with salt-lime over Jabodetabek to control rain and avert flooding.
Indonesian Air Force planes seeding storm clouds with salt-lime over Jabodetabek to control rain and avert flooding.
Gambar dihasilkan oleh AI

Pemerintah tabur hampir 100 ton garam-kapur untuk kendalikan hujan di Jabodetabek

Gambar dihasilkan oleh AI

Pemerintah Indonesia telah menggunakan 97,8 ton bahan semai seperti natrium klorida dan kalsium oksida dalam Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak 12 Januari 2026 untuk mengendalikan hujan ekstrem di wilayah Jabodetabek. Operasi ini melibatkan BNPB, BMKG, TNI AU, dan BPBD setempat, dengan potensi perpanjangan hingga 1 Februari 2026 guna mencegah banjir. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan anggaran sudah dialokasikan untuk upaya ini.

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) diluncurkan pada 12 Januari 2026 oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), TNI Angkatan Udara, serta BPBD Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat. Tujuannya adalah mempercepat hujan di atas lautan dan menghambat pembentukan awan hujan baru untuk mengurangi risiko banjir di kawasan padat seperti Jabodetabek.

Hingga 26 Januari 2026, total 97,8 ton bahan semai telah disebar melalui 112 kali sortie penerbangan menggunakan enam armada pesawat dari Lanud Halim Perdanakusuma di Jakarta dan Lanud Husein Sastranegara di Bandung. Bahan tersebut terdiri dari 57,6 ton Natrium Klorida (NaCl) dan 40,2 ton Kalsium Oksida (CaO). Armada meliputi empat pesawat Cessna Caravan 208B (PK-JVH, PK-YNA, PK-SNG, PK-SNK) dan dua pesawat Casa 212 (A-2105, A-2107). Operasi menjangkau udara Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

Pada hari ke-12 operasi, BPBD DKI Jakarta melakukan empat sortie dengan menyemai 3,2 ton bahan, termasuk 800 kg NaCl di perairan utara Jakarta dan 2,4 ton CaO di Jakarta Selatan, Bekasi, serta Kabupaten Bogor. Kepala Pelaksana BPBD DKI, Isnawa Adji, menyatakan: "Pada hari ke-12, kami melaksanakan empat kali sorti penerbangan sebagai upaya menekan curah hujan tinggi."

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka peluang perpanjangan OMC hingga 1 Februari 2026 karena prediksi hujan lebat dari BMKG. "Hasil BMKG memang ada kemungkinan sampai tanggal 1 Februari cuacanya masih perlu dilakukan OMC. Anggarannya sudah dialokasikan, jadi kalau memang masih diperlukan, kami akan lakukan," ujar Pramono pada 27 Januari 2026. Ia menekankan upaya ini mencakup wilayah perbatasan seperti Tangerang, Bogor, dan Bekasi untuk mengurangi banjir kiriman. Sistem sungai Jakarta hanya mampu menampung curah hujan hingga 150 mm per hari, dan banjir pertengahan Januari disebabkan hujan intensitas tinggi plus aliran dari hulu.

"Yang paling penting jangan sampai curah hujan tinggi ini kembali menimbulkan banjir yang besar. Itu yang kami antisipasi," tambah Pramono. Operasi ini bagian dari strategi mitigasi bencana hidrometeorologi.

Artikel Terkait

Realistic illustration of heavy rain, flooding, and storm warnings on Central Java's northern coast amid BMKG alert.
Gambar dihasilkan oleh AI

Bmkg tetapkan status siaga hujan lebat di pantura jateng hingga 31 januari

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menetapkan status siaga hujan lebat di wilayah Pantai Utara Jawa Tengah hingga 31 Januari 2026, dengan potensi curah hujan hingga 300 milimeter per dasarian. Peringatan ini mencakup beberapa kabupaten dan kota rawan banjir serta longsor. Selain itu, BMKG memprediksi hujan ekstrem di Jawa Barat dan hujan lebat di berbagai daerah lain pada 21 Januari.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi hujan dengan intensitas beragam di berbagai wilayah Indonesia pada Selasa, 23 Desember 2025. Pemerintah melalui Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya telah bertemu dengan kepala BMKG untuk membahas prakiraan cuaca akhir tahun dan opsi modifikasi cuaca guna mengurangi risiko hujan lebat selama libur nasional.

Dilaporkan oleh AI

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi hujan ringan hingga lebat disertai kilat dan angin kencang di berbagai kota besar Indonesia pada Sabtu ini. Prakiraan ini dipengaruhi oleh daerah konvergensi angin dan penguatan monsun Asia. Pemerintah mendorong kesiapsiagaan terhadap risiko bencana hidrometeorologi.

Hujan deras mengguyur Jakarta pada 22 Januari 2026, menyebabkan banjir di satu rukun tetangga dan delapan ruas jalan di Jakarta Barat, Utara, dan Selatan. Genangan air mencapai ketinggian hingga 50 sentimeter, mengganggu mobilitas warga dan lalu lintas. BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan tim untuk penanganan cepat.

Dilaporkan oleh AI

Badan meteorologi, klimatologi, dan geofisika (bmkg) memprakirakan hujan ringan akan mengguyur sebagian besar wilayah indonesia pada sabtu, 3 januari 2026. Prakirawan bmkg alya sausan menyampaikan detail cuaca per pulau melalui kanal youtube bmkg. Bmkg juga memperingatkan potensi hujan disertai petir di beberapa daerah serta hujan lebat di kalimantan utara dan selatan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan bahwa banjir masih menggenangi 30 rukun tetangga (RT) di Jakarta Timur, Utara, dan Selatan dengan ketinggian air maksimal 50 sentimeter. Genangan air mulai surut setelah mencapai 3,5 meter pada Jumat kemarin, akibat curah hujan tinggi dan luapan sungai.

Dilaporkan oleh AI

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengonfirmasi bahwa banjir akibat hujan deras pada Minggu, 18 Januari 2026, telah surut sepenuhnya pada Senin pagi. Genangan air yang sempat mengenai 48 RT dan 29 ruas jalan kini telah hilang, berkat upaya koordinasi berbagai instansi dan masyarakat.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak