Sekitar 600 penumpang menghabiskan malam yang membekukan terperangkap di enam penerbangan yang ditahan di Bandara Munich karena salju lebat. Insiden itu terjadi pada Kamis lalu ketika cuaca buruk mencegah lepas landas sebelum jam malam bandara, dan kekurangan staf membuat tidak ada cara untuk memindahkan mereka ke terminal. Maskapai penerbangan dan bandara telah meminta maaf dan berjanji memberikan kompensasi.
Bandara Munich, pusat kesepuluh tersibuk di Eropa, menghadapi gangguan parah pada Kamis lalu akibat salju lebat yang menyebabkan sekitar 100 pembatalan penerbangan. Enam penerbangan yang membawa sekitar 600 penumpang tidak bisa lepas landas sebelum jam malam pukul 1 pagi, yang diperpanjang dari tengah malam biasanya. Landasan pacu ditutup secara berkala untuk pembersihan salju, dan antrean panjang terbentuk untuk de-icing pesawat, dengan suhu turun hingga 30 derajat Fahrenheit. nnDengan semua gerbang terminal ditempati oleh penerbangan lain yang dibatalkan, pesawat harus parkir di apron. Layanan bus tidak tersedia karena jam larut dan masalah komunikasi, sehingga penumpang terdampar di dalam pesawat selama berjam-jam. Dibutuhkan waktu tambahan sebelum bus tiba untuk mengangkut mereka. nnLima penerbangan dioperasikan oleh Grup Lufthansa, termasuk dua oleh anak perusahaannya Air Dolomiti, sementara satu milik Air Arabia. Penumpang melaporkan kondisi keras. Søren Thieme, dalam penerbangan Lufthansa ke Kopenhagen, mengatakan kepada Ekstra Bladet: «Tidak ada makanan atau minuman untuk kami. Tidak ada selimut untuk kami juga.» nnThieme mengatakan mereka meminta masuk ke bandara tetapi diberitahu bahwa itu dilarang, karena semua sopir bus sudah pulang. «Kami hanya terperangkap di sini, bersama dengan staf juga,» tambahnya. nnJuru bicara Lufthansa menyatakan bahwa kru menjaga informasi penumpang dan menyediakan katering yang tersedia, dengan pesawat dipanaskan dan diberi daya. Maskapai meminta maaf dan akan menawarkan kompensasi. Bandara Munich juga menyatakan penyesalan, mengatakan insiden tersebut tidak memenuhi standar mereka untuk keselamatan dan kepuasan penumpang. nnPolisi bandara telah menyiapkan laporan untuk jaksa umum, meskipun belum ada keluhan dari penumpang. Peristiwa ini menyoroti tantangan dalam mengelola cuaca musim dingin di bandara besar Eropa, di mana jam malam dan kekurangan staf dapat mempersulit respons terhadap gangguan.