Pria Illinois divonis 75 tahun penjara karena membunuh istrinya

John W. Finney, 52 tahun, dijatuhi hukuman 75 tahun penjara setelah dinyatakan bersalah atas pembunuhan tingkat pertama terkait kematian istrinya, Amy J. Finney.

Finney membunuh istrinya yang berusia 42 tahun saat terjadi perselisihan rumah tangga di kediaman mereka di Jefferson County pada 31 Agustus 2025. Dia kemudian berkendara selama berjam-jam keesokan harinya dengan membawa jasad sang istri di bagasi mobil Ford Escape abu-abu miliknya keluaran tahun 2007. Para deputi merespons laporan dugaan pembunuhan pada 1 September 2025 dan memberhentikan kendaraan tersebut sekitar satu jam kemudian. Petugas menemukan Amy Finney dalam keadaan meninggal di bagian belakang mobil saat melakukan penggeledahan. Bukti menunjukkan bahwa korban meninggal akibat luka tembak. Finney ditahan di lokasi kejadian dan kembali ke penjara setelah vonis dijatuhkan. Dia akan dipindahkan ke Departemen Pemasyarakatan Illinois.

Artikel Terkait

Seorang pria asal Illinois telah dijatuhi hukuman 38 tahun penjara atas pembunuhan istrinya pada tahun 2020. Alan Wang, 62 tahun, dinyatakan bersalah atas pembunuhan tingkat pertama setelah menendang Hongyan Yang hingga tewas di rumah mereka di Naperville.

Dilaporkan oleh AI

Mantan guru sekolah menengah asal Indianapolis pada hari Jumat dijatuhi hukuman 15 tahun penjara karena memukuli istrinya hingga tewas dengan palu tahun lalu.

Clifton Wayne Hampton, 51 tahun, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dengan kemungkinan bebas bersyarat setelah menjalani masa tahanan minimal 38 tahun karena mencekik istrinya, Christina, hingga tewas. Pembunuhan tersebut terjadi setelah pertengkaran di mana sang istri menyebutnya 'menyedihkan' dan meminta cerai. Hakim Distrik Rogers County, Lara M. Russell, menjatuhkan vonis tersebut pada hari Kamis setelah Hampton mengaku bersalah atas pembunuhan tingkat pertama.

Dilaporkan oleh AI

Seorang pria berusia 59 tahun di Kentucky menghadapi tuntutan hukum setelah pihak berwenang menemukan jenazah istrinya di dalam rumahnya saat melakukan pemeriksaan kesejahteraan.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak