Jordan Hanson, 24 tahun, mengaku bersalah atas pembunuhan tingkat dua dan menerima hukuman 15 tahun penjara karena menembak mati kekasihnya di Hallock, Minnesota.
Hanson mengajukan pengakuan bersalah setahun setelah membunuh Justin Esparza yang berusia 43 tahun pada 13 Maret 2025. Ia menggunakan pistol milik korban dan melarikan diri dari tempat kejadian dengan truk milik korban serta membawa anjingnya.
Polisi menemukan Esparza tewas di ruang tamunya akibat luka di bagian kepala. Seorang saksi yang sempat mengonsumsi metamfetamin bersama pasangan tersebut mengonfirmasi telah melihat Hanson menembak korban.
Hanson kembali ke rumah ibunya dan membuat pengakuan. Sang ibu kemudian melapor kepada pihak berwenang, yang berujung pada penangkapannya. Saat ditangkap, Hanson memberikan pernyataan yang tidak koheren, termasuk klaim bahwa ia telah menembak petugas yang menangkapnya.
Jaksa Agung Minnesota Keith Ellison mengonfirmasi detail kasus tersebut. Hukuman dijatuhkan pada 8 Juli 2026.