Pengadilan India memerintahkan penurunan ratusan domain streaming bajakan

Sebuah pengadilan India telah mengeluarkan perintah yang memungkinkan registrar nama domain untuk menurunkannya, menyebabkan hilangnya ratusan situs web streaming bajakan dalam semalam. Pendekatan ini melampaui blokir ISP tradisional dan memberikan studio Hollywood metode yang lebih cepat untuk menutup situs tersebut. Perkembangan ini menandai pergeseran signifikan dalam upaya India memerangi pembajakan online.

Dalam eskalasi mencolok terhadap pembajakan digital, pengadilan India telah mengizinkan penggunaan penurunan registrar nama domain untuk menargetkan situs web bajakan. Taktik baru ini memungkinkan penghapusan situs secara instan, menghasilkan hilangnya ratusan domain streaming tanpa peringatan sebelumnya. Sebelumnya, upaya untuk membendung pembajakan di India bergantung terutama pada pemblokiran akses melalui penyedia layanan internet (ISP). Arahan pengadilan memperluas langkah-langkah ini, menawarkan solusi yang lebih langsung dan segera. Studio Hollywood, yang lama berjuang melawan distribusi konten tidak sah, kini memiliki alat tambahan ini di pasar India. Perubahan ini digambarkan sebagai pengubah lanskap penegakan antipembajakan di negara tersebut. Tidak ada detail spesifik tentang jumlah pasti situs yang terkena atau nama domain dalam laporan awal, tetapi skalanya dilaporkan substansial. Putusan ini datang di tengah kekhawatiran global yang berkelanjutan tentang pencurian hak kekayaan intelektual di sektor streaming. Pihak berwenang India belum mengomentari lebih lanjut tentang implementasi atau banding potensial dari pihak yang terkena.

Artikel Terkait

Culture Minister Chae Hwi-young ordered the immediate blocking of 34 copyright-infringing sites on May 11, marking the first action under a revised copyright law aimed at curbing online piracy of webtoons and novels.

Dilaporkan oleh AI

The Ministry of Electronics and Information Technology (MeitY) has doubled its online content blocking orders to 24,300 in 2025, officials said, citing a surge in deepfakes and AI-generated content. Roughly 60% of these orders targeted URLs on X, formerly Twitter, with 25% for Facebook and Instagram, and 5% for YouTube.

The United States acknowledged Mexico's progress in fighting piracy and protecting intellectual property. In the 2026 Special 301 Report, Mexico moved from the Priority Watch List to the Watch List. The shift results from substantial actions against digital piracy.

Dilaporkan oleh AI

Scammers have exploited poor record-keeping at top universities to hijack hundreds of subdomains, serving explicit pornography and malicious scams. Researcher Alex Shakhov identified at least 34 affected institutions, including UC Berkeley, Columbia University, and Washington University in St. Louis. The vulnerabilities arise from unremoved DNS CNAME records for decommissioned subdomains.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak