Data gaikindo menunjukkan ekspor kendaraan utuh buatan indonesia mencapai 518.212 unit sepanjang 2025, naik 9,7 persen dari tahun sebelumnya. Sementara itu, penjualan domestik didominasi model-model terjangkau seperti toyota innova dan daihatsu gran max.
Jakarta, 14 januari 2026 – kinerja ekspor mobil buatan indonesia pada 2025 menunjukkan tren positif, dengan total ekspor completely built up (cbu) mencapai 518.212 unit, meningkat 9,7 persen dari 472.194 unit pada 2024. Data ini dirilis gabungan industri kendaraan bermotor indonesia (gaikindo) pada rabu (14/1).
Toyota mendominasi ekspor cbu dengan pangsa pasar 33,9 persen atau 175.446 unit, meskipun pangsa pasarnya sedikit turun tapi volume absolut naik. Daihatsu berada di posisi kedua dengan 24,1 persen atau 124.848 unit, tumbuh 13,2 persen secara tahunan.
Di segmen completely knocked down (ckd), pertumbuhan mencapai 36,6 persen. Hyundai melalui hyundai motor manufacturing indonesia (hmmi) mencatat lonjakan 517,3 persen, menguasai 76,1 persen pangsa pasar. Namun, ekspor komponen turun 7,3 persen, dipicu penurunan permintaan dari toyota sebesar 8,4 persen.
Sementara itu, penjualan domestik atau wholesales sepanjang 2025 didominasi mobil di kelas harga menengah. Toyota kijang innova reborn dan zenix terlaris dengan 61.164 unit, diikuti daihatsu gran max pick-up (40.761 unit) dan toyota avanza (40.148 unit). Daftar 10 besar juga mencakup daihatsu sigra, honda brio, toyota calya, toyota rush, suzuki carry pick-up, mitsubishi xpander, serta byd atto 1 yang menandai masuknya mobil listrik dengan 22.582 unit.
Harga model-model ini berkisar rp140 juta hingga rp600 juta, menarik konsumen keluarga dan pekerja. Pencapaian ini mencerminkan ketahanan industri otomotif indonesia di tengah fluktuasi global.