Uji lab menunjukkan hidrogen dapat dihasilkan dari batuan sekaligus menyimpan CO2

Para peneliti telah menunjukkan dalam eksperimen laboratorium bahwa hidrogen dapat diproduksi dari batuan kaya zat besi sekaligus mengunci karbon dioksida. Penelitian yang dipresentasikan pada pertemuan geosains baru-baru ini bertujuan untuk menggabungkan produksi energi bersih dengan mitigasi iklim. Uji coba lapangan kini sedang direncanakan untuk menguji pendekatan ini dalam skala besar.

Para ilmuwan di University of Texas at Austin melakukan pengujian tersebut menggunakan sampel batuan vulkanik yang ditempatkan dalam wadah bertekanan. Kondisi diatur pada 1,2 hingga 1,7 megapascal dan suhu 90 derajat Celcius untuk meniru lingkungan bawah tanah. Ketika air yang mengandung CO2 ditambahkan, batuan melepaskan lebih banyak hidrogen dibandingkan dalam eksperimen kontrol dengan gas inert, kemungkinan karena asam karbonat membantu menguraikan permukaan batuan.

Artikel Terkait

ETH Zurich scientists with single-atom indium catalyst converting CO2 to methanol in a high-tech lab reactor, sustainable energy theme.
Gambar dihasilkan oleh AI

Scientists develop single-atom catalyst for CO2-to-methanol conversion

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Researchers at ETH Zurich have engineered a catalyst using isolated indium atoms on hafnium oxide to convert CO2 and hydrogen into methanol more efficiently than previous methods. This single-atom design maximizes metal use and enables clearer study of reaction mechanisms. The breakthrough could support sustainable chemical production if powered by renewables.

Researchers have found that ancient rocks beneath Ontario are naturally producing hydrogen gas in measurable quantities. The discovery could offer a new domestic source of clean energy for Canada.

Dilaporkan oleh AI

An analysis suggests that spreading crushed silicate rocks on agricultural fields could remove up to 1.1 billion tonnes of carbon dioxide from the atmosphere each year by 2100, while boosting crop yields. The method, known as enhanced rock weathering, accelerates natural processes to lock away CO2. However, researchers highlight uncertainties about its scalability and potential side effects.

China has started a project in Shandong province to blend hydrogen into natural gas, providing energy to 100,000 households while cutting gas use. The equipment can handle up to 30,000 cubic metres of hydrogen-blended gas with up to a 10 per cent hydrogen mix, according to state broadcaster CCTV. The initiative forms part of a national green energy push.

Dilaporkan oleh AI

New research from Rutgers University reveals that meltwater from Antarctic ice shelves contributes far less iron to surrounding ocean waters than scientists had assumed. Instead, most iron originates from deep ocean water and continental sediments. The findings challenge expectations about iron fertilization and its role in carbon absorption.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak