Tekstil jamur hidup yang dapat memperbaiki diri dan terurai dengan cepat

Para peneliti telah mengembangkan tekstil dari jamur parasit Cordyceps militaris yang dapat memperbaiki diri saat rusak dan terurai di dalam tanah dalam hitungan minggu. Material tersebut dibentuk menjadi sebuah gaun sebagai contoh demonstrasi.

Ke Li di Chinese Academy of Sciences bersama timnya menumbuhkan jamur tersebut menjadi pelet dalam kultur cair sebelum mencetaknya menjadi lembaran yang fleksibel. Mereka merawat lembaran tersebut dengan gliserol untuk mencegah kerapuhan dan menambahkan ragi yang telah direkayasa untuk pewarnaan, atau jamur lain untuk memungkinkan pembersihan mandiri atau perlindungan terhadap sinar ultraviolet.

Kerusakan dapat diperbaiki dengan mengaplikasikan pelet basah yang baru, yang kemudian tumbuh menutupi area yang terdampak. Tekstil ini tetap tidak aktif saat kering namun akan aktif dalam kondisi lembap dengan adanya nutrisi.

Gaun yang telah jadi tersebut belum pernah dipakai. Para peneliti menggambarkannya sebagai benda pajangan kecil dan menyarankan untuk mengujinya dengan sukarelawan di masa mendatang.

Justin Beardsley di University of Sydney mencatat bahwa sifat mudah terurai dari material ini menawarkan keunggulan dibandingkan limbah fast-fashion, meskipun ia memperingatkan bahwa sifat mudah terurai yang berlebihan dapat menyebabkannya rusak selama digunakan.

Artikel Terkait

Scientists have identified a new fungus species that preys on zombie fungi in the tropical forests of Borneo. The discovery was made by researchers at the Universiti Malaysia Sabah.

Dilaporkan oleh AI

A new report from the Ellen MacArthur Foundation urges policymakers to integrate bio-based materials into circular economy strategies. The analysis finds that renewable materials such as cotton, wood, and rubber have largely been overlooked, missing opportunities worth trillions of dollars and significant climate benefits.

Researchers have developed a plasma device that kills microbes on fabric, offering a potential solution for laundry during long space missions.

Dilaporkan oleh AI

In Sri Lanka's Monaragala district, UK firm Mygroup and Fibershed Sri Lanka are expanding a regenerative cotton initiative to help debt-trapped farmers. The Exiled project fuses ancient Chena practices with modern techniques, yielding its first crop and launching a new clothing brand this week. Farmers report hopes for stable prices and healthier soil amid climate challenges.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak