Nas Jaafar dari Malaysia memenangkan World Brewers Cup 2026 di Brussels, menjadikannya kompetitor pertama dari negaranya yang meraih gelar tersebut. Kemenangan ini menandai langkah lain dalam meningkatnya kehadiran barista dari pasar kopi spesialti yang sedang berkembang di ajang internasional utama.
Jaafar mengalahkan finalis dari Australia, Hong Kong, Korea Selatan, dan Prancis. Ajang ini melanjutkan tren kemenangan sesekali oleh kompetitor dari luar negara-negara yang selama ini mendominasi, seperti Australia, Taiwan, dan Swiss.
Pemenang dari pasar yang lebih baru juga semakin sering muncul di World Barista Championship. Alejandro Mendez dari El Salvador meraih gelar tersebut pada tahun 2011, diikuti oleh juara dari Guatemala, Polandia, Kolombia, Brasil, dan Indonesia pada tahun-tahun berikutnya.
Kompetitor dari pasar yang sedang berkembang masih menghadapi hambatan yang signifikan. Biaya tinggi untuk perjalanan, pelatihan, kopi langka, dan peralatan sering kali harus ditanggung sendiri oleh para peserta, menurut para barista dan pemimpin asosiasi nasional. Pembatasan impor di beberapa negara juga menambah kesulitan.
Kemenangan di tingkat nasional dapat meningkatkan minat dan investasi lokal dalam kopi spesialti. Asosiasi Kopi Spesialti Malaysia mencatat adanya peningkatan kebanggaan dan partisipasi menyusul keberhasilan Jaafar.