Pria mengaku bersalah atas pembunuhan tidak berencana setelah penembakan Tahun Baru

Jordan Isaac Carmi, 31 tahun, telah mengaku bersalah atas dakwaan pembunuhan tidak berencana dan dakwaan terkait setelah secara tidak sengaja menembak temannya, Tony Young, 30 tahun, saat terjadi perdebatan di Des Moines, Iowa, pada Hari Tahun Baru 2026.

Carmi dijatuhi hukuman 20 tahun penjara dan diperintahkan untuk membayar ganti rugi sebesar $150.000 kepada pihak keluarga Young, menurut Kantor Kejaksaan Wilayah Polk. Jaksa mengatakan bahwa kedua pria tersebut sebelumnya merayakan tahun baru di bar-bar pusat kota sebelum terjadi perdebatan di luar apartemen Carmi di blok 300 Court Avenue.

Carmi mengatakan kepada pengadilan bahwa dia mengambil senjata api setelah orang lain menolak untuk meninggalkan apartemennya. Dia menjelaskan perdebatan dengan Young mengenai upaya mengejar kelompok tersebut dan mengatakan bahwa dia mengira dengan mengarahkan senjata itu akan mengakhiri diskusi. "Saya mabuk dan dalam pengaruh narkoba serta memegang senjata yang terisi peluru, yang mana itu adalah tindakan yang sangat bodoh," ujar Carmi.

Senjata itu meletus dan mengenai Young. Carmi awalnya menghadapi dakwaan pembunuhan tingkat pertama sebelum menyetujui kesepakatan pengakuan bersalah yang lebih ringan. Dia mengungkapkan penyesalannya dengan mengatakan kepada Hakim Distrik Samantha Gronewald, "Saya ingin semua orang memahami dengan sangat jelas bahwa Tony tidak pantas menerima apa yang terjadi padanya."

Young, yang pindah dari Kanada ke Iowa, meninggalkan seorang putra. Carmi sebelumnya memiliki catatan hukuman terkait narkoba dari Utah sepuluh tahun yang lalu.

Artikel Terkait

Seorang pria berusia 21 tahun di Indianapolis dituduh menembak dua temannya saat sedang bermain senjata api di sebuah rumah di sisi barat kota tersebut.

Dilaporkan oleh AI

Seorang pria berusia 23 tahun telah didakwa setelah secara tidak sengaja menembakkan senjata api yang menembus tangannya dan mengenai kendaraan di dekatnya di tempat parkir Walmart di Memphis. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu malam, menurut pihak berwenang.

Empat pria di Georgia menerima hukuman penjara atas penembakan dari dalam mobil tahun 2024 yang menewaskan Kyron Santino Zarco Smith yang berusia 3 tahun dan melukai seorang anak berusia 9 tahun di Athens. Para pria tersebut saat itu sedang mengincar seorang anggota geng saingan.

Dilaporkan oleh AI

Seorang pria berusia 21 tahun asal Minnesota mengaku bersalah atas penyerangan tingkat pertama setelah menembak wajah pria lain dalam sebuah insiden di taman tahun lalu. Pengakuan tersebut merupakan bagian dari kesepakatan yang menetapkan masa hukuman penjara antara tujuh hingga hampir 11 tahun.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak