Jeffrey Smerer mengakui di pengadilan bahwa ia telah membunuh putranya yang berusia 17 tahun dan melukai dua anak lainnya dalam serangan pada September 2025. Pria berusia 45 tahun asal Port Huron itu mengatakan dirinya stres karena akan menghadapi vonis atas tuduhan tindakan asusila. Ia mengajukan pengakuan tersebut tanpa kesepakatan dengan jaksa.
Smerer mengaku bersalah pada hari Selasa atas satu dakwaan pembunuhan terbuka, dua dakwaan penyerangan dengan niat untuk melakukan pembunuhan, dua dakwaan kekerasan terhadap anak tingkat pertama, dan lima dakwaan penggunaan senjata api dalam tindak pidana. Dakwaan tersebut berasal dari serangan di pagi hari di mana ia menggunakan pistol .380 terhadap Kayleb Smerer, yang meninggal dunia, serta kakak-beradik Bentley Smerer, 13, dan Kinzley Smerer, 12, yang mengalami luka kritis. Ia juga sempat mencoba bunuh diri namun selamat setelah senjatanya macet dan anggota keluarga berhasil melucutinya.