Aturan dari Reserve Bank of India yang berlaku mulai 1 Juli mewajibkan agunan 100 persen untuk jaminan bank. Perubahan ini diperkirakan akan meningkatkan biaya bagi perusahaan perdagangan properti.
Regulasi tersebut berlaku untuk jaminan bank yang digunakan oleh unit-unit ini, yang memainkan peran kunci dalam aktivitas pasar. Perusahaan kini menghadapi biaya pendanaan yang lebih tinggi dan margin keuntungan yang lebih tipis.
Para pakar industri telah memperingatkan bahwa volume perdagangan dapat menurun dan beberapa posisi mungkin dikurangi seiring meningkatnya biaya modal. Sejumlah perusahaan telah meminta regulator untuk meninjau kembali persyaratan tersebut.
Aturan ini menargetkan operasi perdagangan properti yang bergantung pada jaminan tersebut untuk mendukung aktivitas mereka di pasar India.