Sebuah tim peneliti internasional telah mengembangkan kerangka kerja matematis tunggal yang menjelaskan perilaku ritmik tidak biasa dari denyut laser berirama (breather laser pulses). Terobosan ini menyatukan dua rezim dinamika laser yang sebelumnya terpisah untuk pertama kalinya.
Para peneliti, termasuk Dr. Sonia Boscolo dari Aston University, mempublikasikan temuan mereka di Physical Review Letters. Studi tersebut menunjukkan bahwa siklus irama cepat maupun lambat pada laser ultra-cepat muncul dari proses fisik yang berkaitan, bukan dari mekanisme yang berbeda. Breather di atas ambang batas (above-threshold) berosilasi dengan cepat dan terkunci pada rongga laser, sementara breather di bawah ambang batas (below-threshold) berevolusi secara perlahan melalui kombinasi Q-switching dan pembentukan soliton.