Peneliti ciptakan kode QR terkecil di dunia

Para ilmuwan telah mengembangkan kode QR yang lebih kecil dari bakteri, yang berpotensi memungkinkan penyimpanan data tak terbatas. Terobosan ini dapat mengubah pelestarian informasi digital tanpa memerlukan energi atau pendingin. Pencapaian ini memecahkan rekor dunia untuk kode QR terkecil.

Para peneliti telah memecahkan rekor dunia dengan menciptakan kode QR terkecil sepanjang sejarah, yang lebih kecil dari bakteri. Menurut TechRadar, inovasi ini menjanjikan penyimpanan tak terbatas untuk informasi digital, yang berpotensi mengubah cara data disimpan selamanya. Kode QR baru ini dirancang untuk tahan lama tanpa batas dan tidak memerlukan energi atau pendingin, mengatasi tantangan dalam pelestarian data jangka panjang. Perkembangan ini menyoroti kemajuan dalam teknologi penyimpanan, memungkinkan solusi kompak dan tahan lama. Seperti yang dilaporkan, ukuran kode QR memungkinkan aplikasi di mana ruang dan ketahanan sangat penting. Tanggal publikasi berita adalah 21 Februari 2026.

Artikel Terkait

Researchers in Finland have measured an energy signal smaller than one zeptojoule using a new calorimeter. The achievement opens pathways for improved quantum computing and searches for dark matter.

Dilaporkan oleh AI

Two recent studies indicate quantum computers could crack elliptic curve cryptography—securing banks, internet traffic, and cryptocurrencies like Bitcoin—with far fewer qubits than previously estimated: around 10,000-30,000 for one approach or 500,000 for another. Researchers highlight rapid hardware progress, urging a shift to post-quantum standards.

Zcash announced plans to introduce quantum-recoverable wallets within a month and achieve full post-quantum security by 2027. The privacy-focused cryptocurrency also outlined scaling upgrades during an event in Miami.

Dilaporkan oleh AI

Atom Computing has demonstrated a neutral-atom quantum computer that can correct its own errors repeatedly during computations. The system scaled error-correcting qubit groups from 16 to 32 while lowering error rates and performed up to 90 consecutive rounds of checks. This development positions the approach as a stronger competitor to superconducting designs.

Researchers from Kyoto University and Hiroshima University have created a new technique to identify W states, a complex form of quantum entanglement. The advance could support progress in quantum computing and communication.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak