Studi memprediksi lebih dari separuh waduk akan mati secara fungsional pada tahun 2060

Lebih dari separuh waduk air tawar di dunia diproyeksikan akan mati secara fungsional pada tahun 2060 akibat penumpukan sedimen. Temuan ini berasal dari analisis terhadap lebih dari 550.000 waduk yang menggunakan citra satelit dan pembelajaran mesin.

Para peneliti yang dipimpin oleh Kai Liu di Chinese Academy of Sciences menentukan bahwa waduk kehilangan lebih dari 36 kilometer kubik kapasitas setiap tahunnya. Volume ini setara dengan ukuran Waduk Three Gorges di Tiongkok. Sebuah waduk dianggap mati secara fungsional jika sedimen telah memenuhi lebih dari separuh volumenya. Australia dan Spanyol menghadapi risiko tertinggi. Hampir 85 persen waduk di Australia dan tiga perempat waduk di Spanyol diperkirakan akan mencapai ambang batas ini pada tahun 2060. Secara keseluruhan di wilayah gersang, hampir tiga perempat waduk mungkin menjadi tidak berfungsi. Studi ini memperkirakan dunia kehilangan lebih dari 7 persen kapasitas penyimpanan air tawarnya setiap dekade. Hal ini mengancam pasokan air bagi lebih dari 2 miliar orang dan lebih dari seperempat lahan irigasi global. Solusi yang diusulkan termasuk reboisasi hulu dan pengerukan, dengan biaya yang berpotensi mencapai $100 miliar.

Artikel Terkait

Waduk San Carlos telah turun hingga kurang dari 1 persen kapasitasnya menyusul kurangnya salju yang ekstrem di daerah aliran sungai Gila. Rendahnya permukaan air memicu kematian massal ikan dan menyebabkan penutupan lokasi tersebut untuk waktu yang tidak ditentukan pada 5 Juni 2026.

Dilaporkan oleh AI

Tujuh negara bagian yang bergantung pada Sungai Colorado telah mengajukan daftar proyek senilai $50 miliar untuk mengatasi kelangkaan air kronis. Pejabat federal tengah mempertimbangkan pabrik desalinasi, penyemaian awan, dan langkah-langkah peningkatan pasokan lainnya di tengah mandeknya negosiasi mengenai pengurangan penggunaan air.

Banjir yang memecahkan rekor bulan lalu membuat sejumlah bendungan di Michigan utara hampir jebol, dengan air yang nyaris meluap melewati penghalang utama di salah satu kota. Peristiwa ini memicu kembali seruan untuk menangani bendungan-bendungan di negara itu yang sudah tua di tengah intensitas badai yang dipicu oleh perubahan iklim.

Dilaporkan oleh AI

eThekwini municipality in Durban and Mangaung in Bloemfontein have the highest rates of water loss in South Africa, with over 40% of purified tap water going to waste annually. Data from the Department of Water and Sanitation shows eThekwini loses 40.4% to physical leaks, the largest volume nationwide. Mangaung's rate stands at 41.2%.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak