Saham Uno Minda naik lebih dari 3% setelah rating beli Jefferies

Saham pembuat komponen otomotif Uno Minda naik lebih dari 3% setelah Jefferies memulai liputan dengan rekomendasi beli. Perusahaan pialang tersebut menetapkan harga target Rs 1.350, mengutip ekspektasi pertumbuhan laba yang kuat. Pertumbuhan ini diantisipasi dari faktor-faktor seperti peningkatan konten per kendaraan dan tren premiumisasi.

Saham Uno Minda, perusahaan komponen otomotif India, mengalami kenaikan signifikan, naik lebih dari 3% sebagai respons terhadap liputan analis baru. Jefferies, perusahaan investasi global, mulai melacak perusahaan tersebut dengan rating Beli dan memproyeksikan harga target Rs 1.350 per saham. nMenurut penilaian perusahaan pialang tersebut, Uno Minda siap untuk ekspansi laba yang kuat. Penggerak utama meliputi kenaikan konten per kendaraan di sektor otomotif, tren premiumisasi yang sedang berlangsung di kalangan konsumen, dan keterlibatan perusahaan yang semakin besar dalam komponen kendaraan listrik (EV). Selain itu, kemajuan dalam sistem otomotif diharapkan akan memperkuat kinerja perusahaan. nProspek positif dari Jefferies ini menyoroti posisi strategis Uno Minda dalam industri komponen pendukung otomotif di India. Liputan ini menggarisbawahi manfaat potensial dari dinamika pasar yang berkembang, khususnya dalam pergeseran menuju kendaraan premium dan listrik. nTidak ada jadwal spesifik untuk dimulainya liputan yang dirinci selain reaksi pasar langsung. Perkembangan ini mencerminkan minat yang lebih luas terhadap saham komponen otomotif di tengah pasar otomotif India yang berkembang.

Artikel Terkait

Wall Street analyst endorsing Tesla stock as 'must-own' with self-driving tech visuals and rising charts.
Gambar dihasilkan oleh AI

Perusahaan Wall Street beri status 'wajib dimiliki' pada saham Tesla

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Saham Tesla mendapat dukungan kuat dari perusahaan Wall Street Melius, yang menandainya sebagai investasi 'must own' dalam catatan yang dirilis awal minggu ini. Analis Rob Wertheimer menyoroti kepemimpinan Tesla dalam teknologi self-driving dan otonomi sebagai pendorong utama pertumbuhan masa depan. Pandangan positif ini kontras dengan pandangan bearish yang menyebut penurunan pengiriman dan persaingan yang semakin ketat.

Di tengah penurunan Nifty lebih dari 2% bulan ini akibat ketegangan Timur Tengah dan aliran keluar investor asing, InCred Equities telah memilih 11 saham yang diharapkan tampil baik di kuartal mendatang. Rekomendasi ini datang saat India menghadapi harga minyak mentah yang lebih tinggi, mengingat impor hampir 90% kebutuhan minyaknya. Semua saham mendapat rating 'Add' dengan harga target yang menyiratkan berbagai potensi kenaikan.

Dilaporkan oleh AI

Shares of Japanese chip parts maker Rohm surged 18% on Friday, marking the largest daily gain in 26 years, after receiving an acquisition proposal from auto parts supplier Denso. The stock hit its daily upper limit of ¥3,243 at close in Tokyo. Rohm has not made any specific decisions on the bid, the company stated.

Saham Tesla naik hampir 4% pada Senin setelah kenaikan target harga analis dan laporan ekspansi produksi di fasilitas Shanghai-nya. Lonjakan ini terjadi di tengah pemulihan penjualan di China. Investor tampak termotivasi oleh momentum manufaktur perusahaan.

Dilaporkan oleh AI

The Toyota group has sweetened its bid to privatize key unit Toyota Industries amid pressure from minority shareholders, but shares have already surpassed the revised offer, signaling ongoing investor discontent. The proposal was raised to ¥18,800 per share, a 15% increase, yet the stock climbed as much as 5.9% to ¥19,095 in Tokyo trading on Thursday. This suggests demands for a higher premium persist.

Saham Tesla naik sekitar 1,9% menjadi sekitar $425 pada hari Selasa, didorong oleh komentar CEO Elon Musk tentang peningkatan armada robotaxi dan produksi Semi. Investor bereaksi positif terhadap berita insentif potensial $165 juta di California untuk Semi listrik dan promosi kepemimpinan penjualan global. Namun, kekhawatiran tetap ada terkait kepergian eksekutif dan tekanan kompetitif.

Dilaporkan oleh AI

Vanguard Funds, investor institusional asing terkemuka di India, melihat kepemilikan ekuitasnya di 48 perusahaan terdaftar BSE mencapai Rs 69.100 crore per 27 Februari 2026. Ini menandai kenaikan 60% dari Rs 43.047 crore pada kuartal Maret, didorong oleh kinerja kuat beberapa saham selama FY26. Portofolio mencakup investasi baru di delapan perusahaan dari kuartal Desember 2025.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak