Sistem biner katai putih teridentifikasi sebagai sumber sinyal kosmik yang berulang

Para astronom telah mengidentifikasi sepasang bintang langka sebagai asal mula transien radio periode panjang, yaitu sinyal misterius berulang yang terdeteksi di Bima Sakti. Sistem ini terdiri dari sebuah katai putih yang menarik materi dari pendampingnya, yaitu bintang katai merah.

Sebuah tim internasional yang dipimpin oleh peneliti dari University of Sydney membuat penemuan ini menggunakan teleskop radio ASKAP milik CSIRO. Sistem yang diberi nama ASKAP J1745−5051 ini menghasilkan gelombang radio dan sinar-X yang berulang setiap 1,4 jam saat kedua bintang tersebut mengorbit satu sama lain. Penulis utama Kovi Rose mengatakan bahwa temuan ini mengonfirmasi sumber tersebut sebagai variabel kataklismik, atau bintang katai putih yang sedang berakresi.

Artikel Terkait

Para astronom telah mengidentifikasi sumber sinar-X yang tidak biasa dari bintang terang gamma-Cas sebagai pendamping katai putih tersembunyi yang menyedot material dari bintang tersebut. Data beresolusi tinggi dari misi luar angkasa XRISM mengonfirmasi bahwa emisi tersebut berasal dari materi yang memanas saat jatuh ke bintang yang tidak terlihat itu. Penemuan ini mengakhiri teka-teki yang telah memikat para ilmuwan sejak tahun 1970-an.

Dilaporkan oleh AI

Para astronom telah mengonfirmasi empat bintang katai putih yang sebelumnya tersembunyi dalam sistem biner dalam jarak 65 tahun cahaya dari Bumi. Salah satu sistem, yang terletak hanya 25 tahun cahaya jauhnya, menempati peringkat sebagai katai putih kesembilan terdekat yang diketahui dari Matahari.

Para peneliti yang menggunakan teleskop ruang angkasa DAMPE telah mengidentifikasi pelemahan spektral yang sama pada sinar kosmik di berbagai jenis partikel. Pola tersebut muncul pada rigiditas sekitar 15 teraelektron-volt untuk proton hingga inti besi. Temuan ini, yang diterbitkan dalam Nature, menawarkan wawasan baru tentang bagaimana partikel berenergi tinggi ini berperilaku di galaksi.

Dilaporkan oleh AI

Para peneliti telah menciptakan sistem kecerdasan buatan untuk menganalisis jutaan supernova Tipe Ia hanya menggunakan data pencitraan. Pendekatan ini dapat menajamkan estimasi jarak kosmik dan menyelidiki sifat energi gelap. Sistem ini dirancang untuk survei skala besar mendatang oleh Observatorium Vera C. Rubin.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak