Kerangka kerja AI baru tingkatkan pengukuran energi gelap dari supernova

Para peneliti telah menciptakan sistem kecerdasan buatan untuk menganalisis jutaan supernova Tipe Ia hanya menggunakan data pencitraan. Pendekatan ini dapat menajamkan estimasi jarak kosmik dan menyelidiki sifat energi gelap. Sistem ini dirancang untuk survei skala besar mendatang oleh Observatorium Vera C. Rubin.

Para ilmuwan di Institute of Cosmos Sciences, University of Barcelona, mengembangkan kerangka kerja CIGaRS, yang memodelkan supernova, galaksi induk, efek debu, dan ekspansi kosmik secara bersamaan. Diterbitkan di Nature Astronomy, metode ini menggunakan inferensi berbasis simulasi dan jaringan saraf untuk memproses pengamatan fotometrik. Raúl Jiménez mengatakan teknik ini memungkinkan semua parameter bervariasi secara simultan dan membantu mengidentifikasi sistematika yang tidak diketahui. Penulis utama Konstantin Karchev mencatat bahwa metode ini menghindari bias seleksi sambil mengekstraksi informasi penuh dari kumpulan data yang besar. Supernova Tipe Ia berfungsi sebagai lilin standar untuk pengukuran jarak. Sistem baru ini mencapai akurasi pergeseran merah (redshift) yang sebanding dengan spektroskopi tanpa memerlukan spektrum, sebuah keuntungan utama karena hanya sebagian kecil dari deteksi masa depan yang akan mendapatkan tindak lanjut spektroskopi. Observatorium Vera C. Rubin di Chili akan segera memulai survei selama satu dekade dan akan mendeteksi sejumlah besar supernova. Para peneliti memperkirakan kerangka kerja ini dapat memperketat batasan kosmologis hingga empat kali lipat dibandingkan dengan metode saat ini.

Artikel Terkait

NASA's Fermi Gamma-ray Space Telescope has detected gamma-ray signals from the superluminous supernova SN 2017egm, providing evidence that it was powered by a rapidly spinning magnetar. The discovery marks the first confirmed gamma-ray detection from such an extreme stellar explosion. The findings were published in the journal Astronomy & Astrophysics.

Dilaporkan oleh AI

A recent challenge to the existence of dark energy has been resolved, with astronomers confirming that the universe continues to expand at an accelerating rate. Researchers at the University of Southampton reexamined supernova data and found no flaws in the standard measurements.

Astronomers have identified the source of unusual X-rays from the bright star gamma-Cas as a hidden white dwarf companion siphoning material from it. High-resolution data from the XRISM space mission confirmed that the emissions arise from matter heating up as it falls onto the unseen star. The discovery ends a puzzle that has intrigued scientists since the 1970s.

Dilaporkan oleh AI

Astronomers using NASA’s James Webb Space Telescope have produced the most detailed map yet of the universe’s cosmic web, the vast network of dark matter and gas that links galaxies. The map traces structures back to when the universe was roughly one billion years old.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak