Mengapa K-pop semakin populer di Amerika Serikat

Musik pop Korea Selatan, yang dikenal sebagai K-pop, terus melonjak popularitasnya di Amerika Serikat, ditandai dengan nominasi Grammy dan Academy Awards baru-baru ini. Stephanie Choi, seorang asisten profesor etnomusikologi di University of Colorado Boulder, menjelaskan daya tarik genre ini melalui aspek pembentukan komunitas dan interaksi langsung dengan penggemar. Kenaikan ini telah memengaruhi minat budaya, termasuk peningkatan pembelajaran bahasa Korea di kalangan orang Amerika.

Kepopuleran K-pop di Amerika Serikat telah terbangun selama bertahun-tahun, dengan tonggak pencapaian penting yang menandai pertumbuhannya. Lagu “Golden” dari film Netflix “KPop Demon Hunters” telah menjadi sangat populer sejak musim panas lalu, menampilkan lirik seperti “We’re goin’ up, up, up, it’s our moment / You know together we’re glowing.” Lagu ini baru-baru ini mencapai prestasi pertama secara historis dengan memenangkan Grammy Award sebagai lagu K-pop pertama yang melakukannya dan dinominasikan untuk Lagu Orisinal Terbaik di Academy Awards yang dijadwalkan pada 15 Maret. grup besar memicu kegembiraan lebih lanjut pada 2026, saat BLACKPINK dan BTS bersiap merilis album baru, sementara (G)I-DLE dan Twice memulai tur Amerika Utara. Stephanie Choi, yang meneliti dampak global K-pop dan mengidentifikasi diri sebagai penggemar, menunjukkan penekanan genre ini pada penampilan oleh idola yang dilatih oleh perusahaan hiburan sejak usia remaja awal. Kantornya memajang memorabilia dari grup seperti EXO dan SHINee, termasuk lipstik yang dimodelkan dari lightstick SHINee. Choi mencatat, “There are lots of social functions in music... K-pop culture makes you want to be part of the community.” Genre ini awalnya mendapat daya tarik di kalangan orang Amerika Korea pada awal 2000-an, kemudian berkembang ke komunitas Amerika Asia lainnya. Terobosan terjadi pada 2012 dengan “Gangnam Style” milik Psy, yang memegang rekor sebagai video paling banyak ditonton di YouTube selama lima tahun. Pada 2017, BTS memenangkan Billboard Music Award untuk Top Social Artist, penghargaan yang dipilih oleh penggemar. K-pop memupuk dinamika egaliter antara idola dan penggemar, difasilitasi oleh interaksi harian melalui livestream, media sosial, dan platform berlangganan. Karena idola sering debut sebagai remaja, penggemar menyaksikan perkembangan mereka menjadi artis solo. “It feels like you’re building a history together,” kata Choi. Survei pemerintah Korea Selatan tahun 2024 menunjukkan lebih dari 200 juta orang di 119 negara adalah penggemar budaya Korea, yang sebagian besar berfokus pada K-pop. Pencapaian termasuk BTS meraih 12 Billboard Music Awards hingga 2022, melampaui rekor Destiny’s Child, dan BLACKPINK menjadi headliner Coachella pada 2023. Tur dunia Twice saat ini mencakup penampilan di Denver pada April. Tren ini telah meningkatkan studi bahasa Korea, dengan Duolingo melaporkan peningkatan 22% pembelajar di AS tahun lalu. Choi menambahkan, “You can definitely enjoy music without understanding the language... But K-pop opens up a whole new world for people to learn about other cultures.”

Artikel Terkait

Ecstatic BTS fans at sold-out Gwanghwamun Square concert, waving lightsticks and displaying Korean visas amid hype for 'Arirang' album.
Gambar dihasilkan oleh AI

Konsert comeback BTS memicu lonjakan permohonan visa di kalangan penggemar, antisipasi kritis

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Setelah tiket untuk konsert comeback mereka pada 21 Maret 2026 di Gwanghwamun Square, Seoul, terjual habis seketika, BTS memicu ledakan perjalanan global, dengan permohonan visa Filipina ke Korea Selatan naik 17 persen. Kritikus dan pakar menyoroti potensi dampak emosional dan budaya acara tersebut saat grup mempromosikan album baru 'Arirang'.

Korean culture marked 2025 with unprecedented global successes, from record-breaking streams and museum visits to historic awards in theater and music. Hits like the animation "KPop Demon Hunters" and the finale of "Squid Game" propelled Korean content worldwide, while K-pop groups reunited and new controversies emerged. The year highlighted both expansion and challenges in the industry.

Dilaporkan oleh AI

'KPop Demon Hunters' picked up historic statuettes on Oscar night. The Hollywood Reporter notes that K-culture was already conquering America before this achievement.

Netflix's animated film 'KPop Demon Hunters' has won Best Animated Feature and Best Song at the 31st Critics Choice Awards. The movie beat strong contenders from Disney and Pixar to claim both prizes. Its soundtrack has also re-entered the Billboard 200 at No. 3, underscoring its popularity.

Dilaporkan oleh AI

Netflix's animated hit 'KPop Demon Hunters' claimed major wins at the 83rd Golden Globe Awards, securing Best Motion Picture – Animated and Best Original Song for 'Golden.' Korean stars like BLACKPINK's Lisa and director Park Chan-wook attended, highlighting the growing global reach of Korean entertainment.

Korea's regional cities are emerging as new hotspots for foreign tourists. With projections of 20.36 million visitors this year surpassing pre-pandemic levels, a global shift toward slower, experience-driven travel is drawing crowds beyond Seoul, Busan, and Jeju. Yet experts warn that without robust local infrastructure and unique content, this momentum may not endure.

Dilaporkan oleh AI

The K-pop industry is preparing for a busy year in 2026, with several high-profile groups announcing upcoming albums and EPs. Fans can look forward to comebacks from acts like BTS, BLACKPINK, and IVE, alongside debuts and releases from others. A recent calendar outlines key dates starting in February.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak