Pencitraan Medis
Mikroskopi ekspansi krio menangkap arsitektur 3D sel T pembunuh pada sinapsis imun, termasuk dalam tumor manusia
Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi
Para peneliti dari University of Geneva dan Lausanne University Hospital melaporkan bahwa mereka telah memvisualisasikan, dalam tiga dimensi dan di bawah kondisi yang mendekati kondisi asli, bagaimana sel T sitotoksik mengatur mekanisme pembunuh mereka pada sinapsis imun. Penelitian yang diterbitkan di Cell Reports ini menerapkan mikroskopi ekspansi krio pada sel T manusia dan sampel jaringan tumor, memberikan tampilan berskala nano yang ditujukan untuk mendukung penelitian imunologi dan kanker.
Para peneliti di MIT telah menemukan bahwa cahaya laser yang kacau dapat mengatur dirinya sendiri menjadi berkas sinar yang sangat terfokus, sehingga memungkinkan pencitraan 3D pada sawar darah otak 25 kali lebih cepat daripada metode saat ini. Teknik ini memungkinkan pengamatan waktu nyata terhadap obat yang masuk ke dalam sel otak tanpa memerlukan penanda fluoresen. Terobosan ini dapat mempercepat pengembangan pengobatan untuk penyakit neurologis seperti Alzheimer dan ALS.
Dilaporkan oleh AI Fakta terverifikasi
Sebuah studi yang diterbitkan pada 24 Maret 2026 di *Radiology* melaporkan bahwa rontgen "deepfake" buatan AI bisa cukup meyakinkan untuk mengecoh ahli radiologi dan beberapa sistem AI multimodal. Dalam pengujian, akurasi rata-rata ahli radiologi meningkat dari 41% saat mereka tidak diberi tahu adanya gambar palsu menjadi 75% saat mereka diperingatkan, yang menyoroti potensi risiko bagi keamanan pencitraan medis dan pengambilan keputusan klinis.
Peneliti di Universitas Surrey telah mengembangkan sistem AI yang memprediksi tampilan sinar-X lutut pasien satu tahun ke depan, membantu pengelolaan osteoarthritis. Alat ini menghasilkan ramalan visual dan skor risiko, disajikan di MICCAI 2025. Ini menjanjikan prediksi yang lebih cepat dan transparan untuk perawatan pasien yang lebih baik.
Dilaporkan oleh AI
Peneliti di University of Southern California telah mengembangkan metode non-invasif pertama untuk menangkap denyut berirama dari pembuluh darah terkecil di otak. Menggunakan MRI 7T canggih, mereka menemukan denyut ini semakin kuat seiring usia dan hipertensi, berpotensi mengganggu pembersihan limbah dan berkontribusi pada penyakit Alzheimer. Temuan, yang diterbitkan di Nature Cardiovascular Research, dapat mengarah pada biomarker baru untuk kondisi neurodegeneratif.