Pencitraan Medis
Studi menemukan ahli radiologi dan model AI kesulitan mendeteksi rontgen "deepfake" buatan AI
Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi
Sebuah studi yang diterbitkan pada 24 Maret 2026 di *Radiology* melaporkan bahwa rontgen "deepfake" buatan AI bisa cukup meyakinkan untuk mengecoh ahli radiologi dan beberapa sistem AI multimodal. Dalam pengujian, akurasi rata-rata ahli radiologi meningkat dari 41% saat mereka tidak diberi tahu adanya gambar palsu menjadi 75% saat mereka diperingatkan, yang menyoroti potensi risiko bagi keamanan pencitraan medis dan pengambilan keputusan klinis.
Peneliti Universitas Missouri melaporkan bahwa fragmen antibodi kecil yang menargetkan protein EphA2 dapat diberi label dengan penanda radioaktif untuk membuat tumor positif EphA2 menonjol pada pemindaian PET dalam eksperimen pada tikus, langkah yang mereka katakan dapat membantu mencocokkan pasien dengan terapi yang menargetkan EphA2.
Dilaporkan oleh AI
Peneliti di Universitas Michigan telah mengembangkan sistem AI bernama Prima yang menginterpretasikan pemindaian MRI otak dalam detik, mengidentifikasi kondisi neurologis dengan akurasi hingga 97,5%. Alat ini juga menandai kasus mendesak seperti stroke dan pendarahan otak, berpotensi mempercepat respons medis. Temuan studi muncul di Nature Biomedical Engineering.