Ilmu Planeta
Para peneliti telah melacak asal-usul beragam batuan luar angkasa awal ke jebakan debu tepat di luar orbit Jupiter. Temuan ini berasal dari simulasi komputer yang mencocokkan komposisi meteorit yang ditemukan di Bumi. Hal ini menunjukkan bahwa wilayah tersebut memproduksi berbagai generasi planetesimal selama jutaan tahun.
Dilaporkan oleh AI
Para peneliti yang menganalisis data dari wahana antariksa Juno milik NASA telah menentukan bahwa petir di Jupiter dapat mencapai intensitas hingga 100 kali lebih besar dibandingkan sambaran petir pada umumnya di Bumi. Temuan ini, yang didasarkan pada pengamatan gelombang mikro dari tahun 2021 dan 2022, menyoroti perbedaan utama dalam cara badai terbentuk di planet raksasa gas tersebut.
Studi baru dari Universitas Zurich menantang pandangan tradisional Uranus dan Neptunus sebagai raksasa es, menyarankan bahwa mereka mungkin didominasi oleh batuan. Peneliti mengembangkan pendekatan pemodelan hibrida untuk mengeksplorasi struktur interior yang mungkin. Temuan juga menerangi medan magnet tidak beraturan planet-planet tersebut.
Dilaporkan oleh AI
Citra baru dari orbiter Mars Express milik ESA telah mengungkap tanda-tanda zaman es masa lalu di wilayah Coloe Fossae di Mars. Fitur-fitur ini mencakup pola seperti gletser di lembah dan kawah, yang mengisyaratkan perubahan iklim yang menyebarkan es jauh dari kutub. Temuan menunjukkan periode es ini berakhir baru sekitar 500.000 tahun yang lalu.
Uji Pengalihan Asteroid Ganda (DART) NASA berhasil mengubah orbit asteroid Dimorphos lebih dari yang diharapkan, tetapi para ilmuwan bingung dengan penemuan bahwa benturan menyebabkan bulan kecil itu mulai berguling. Misi tersebut, yang melibatkan tabrakan pesawat ruang angkasa ke Dimorphos pada September 2022, bertujuan untuk menguji teknik pertahanan planet. Pengamatan dari teleskop berbasis darat mengonfirmasi perubahan rotasi yang mengejutkan.