Zat misterius terdeteksi di permukaan Titan dan Pluto

Para peneliti telah mengidentifikasi senyawa tak dikenal yang menyerap panjang gelombang cahaya tertentu, baik di bulan Saturnus, Titan, maupun planet kerdil Pluto. Temuan ini berasal dari data yang dikumpulkan oleh Teleskop Luar Angkasa James Webb.

Bruno Bézard dari Observatorium Paris memimpin tim yang menemukan pita serapan sempit di Titan dan versi yang lebih luas dari fitur yang sama di Pluto. Kedua dunia tersebut memiliki kimia atmosfer serupa yang didominasi oleh nitrogen dan metana, yang menghasilkan partikel kabut yang mengendap di permukaannya.

Senyawa tersebut tidak cocok dengan zat apa pun yang diketahui dari atmosfer Titan atau es umum. Terdapat beberapa kemiripan, namun para peneliti mengatakan bahwa material tersebut kemungkinan kompleks dan mungkin sedikit berbeda dalam ukuran butiran di antara kedua benda langit tersebut.

Penelitian lebih lanjut mencakup pengamatan tambahan oleh JWST untuk memetakan lokasi zat tersebut di Titan, pengujian laboratorium yang sedang berlangsung, serta data dari misi Dragonfly milik NASA, yang dijadwalkan untuk diluncurkan pada tahun 2028 dan mendarat di Titan pada tahun 2034.

Artikel Terkait

A team of astronomers in Japan has discovered evidence of a faint atmosphere surrounding the small trans-Neptunian object 2002 XV93. Previously, only Pluto was known to retain an atmosphere among bodies beyond Neptune due to its stronger gravity. The finding, made via a rare stellar occultation on January 10, 2024 and published in Nature Astronomy, indicates a short-lived atmosphere requiring continuous replenishment.

Dilaporkan oleh AI

Astronomers using the James Webb Space Telescope have detected an unusually metal-poor atmosphere on the Jupiter-sized exoplanet TOI-5205 b, which orbits a small, cool star. The planet's atmospheric metallicity is lower than that of its host star, challenging theories of giant planet formation. The findings come from a study led by researchers at NASA's Goddard Space Flight Center and Carnegie Science.

A comet from beyond our solar system shows dramatically higher levels of deuterium-rich water than any object seen locally. The findings suggest it formed under much colder conditions than those in our own planetary neighborhood. Researchers used observations from two major telescopes to make the measurements.

Dilaporkan oleh AI

Researchers have traced the origins of diverse early space rocks to a dust trap just outside Jupiter's orbit. The findings come from computer simulations matching meteorite compositions found on Earth. They suggest this region produced multiple generations of planetesimals over millions of years.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak