JWST memetakan cuaca yang berbeda di planet raksasa gas panas yang jauh

Para astronom menggunakan Teleskop Luar Angkasa James Webb untuk mempelajari atmosfer WASP-94A b, sebuah planet raksasa gas yang terkunci secara pasang surut dan berjarak 690 tahun cahaya. Pengamatan tersebut mengungkapkan pagi hari yang berawan dan sore hari yang cerah di planet tersebut. Temuan ini telah dipublikasikan di jurnal Science.

Sebuah tim yang dipimpin oleh Sagnick Mukherjee di Johns Hopkins University menggunakan spektroskopi limb-resolved dengan instrumen NIRISS milik JWST. Mereka memisahkan sinyal transmisi dari sisi pagi dan sore hari saat planet tersebut melintas, mengungkap adanya aerosol di ketinggian pada sisi pagi dan uap air pada sisi sore hari.

Artikel Terkait

Para astronom yang menggunakan Teleskop Luar Angkasa James Webb telah mendeteksi awan es air yang tebal di Epsilon Indi Ab, sebuah raksasa gas dingin yang menyerupai Jupiter. Temuan yang dipimpin oleh peneliti di Max Planck Institute for Astronomy ini mengungkapkan kadar amonia yang lebih sedikit dari perkiraan di atmosfer planet tersebut. Hal ini menantang model yang ada dan memajukan teknik untuk mempelajari dunia yang jauh.

Dilaporkan oleh AI

Teleskop antariksa James Webb milik NASA mengamati kabut yang luar biasa tebal di exoplanet Kepler-51d yang mengaburkan komposisi atmosfernya. Planet super-puff ini merupakan bagian dari sistem kerapatan rendah yang langka di sekeliling bintang Kepler-51. Planet ini menantang model standar pembentukan planet. Temuan yang dipimpin oleh para peneliti dari Penn State University ini dipublikasikan pada tanggal 16 Maret di Astronomical Journal.

Para astronom telah mengidentifikasi sistem planet langka sejauh 190 tahun cahaya dari Bumi yang menampilkan Jupiter panas berbagi orbit dengan mini-Neptunus yang lebih dekat ke bintangnya. Konfigurasi ini dulunya dianggap hampir mustahil. Pengamatan baru dari Teleskop Luar Angkasa James Webb memberikan wawasan baru tentang bagaimana planet-planet tersebut terbentuk.

Dilaporkan oleh AI

Teleskop Luar Angkasa Hubble milik NASA telah memotret piringan protoplanet terbesar yang pernah diketahui, mengungkapkan struktur yang turbulen dan asimetris di sekitar bintang muda. Piringan yang dijuluki Dracula's Chivito ini membentang hampir 400 miliar mil dan terletak sekitar 1.000 tahun cahaya dari Bumi.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak