Ekxoplanet

Ikuti
Artistic rendering of the James Webb Space Telescope observing the atmosphere-shrouded molten super-Earth TOI-561 b near its host star.
Gambar dihasilkan oleh AI

Teleskop Webb temukan atmosfer di super-Bumi cair TOI-561 b

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Teleskop Luar Angkasa James Webb milik NASA telah mendeteksi tanda-tanda atmosfer tebal di eksoplanet ultra-panas TOI-561 b, yang menantang asumsi tentang dunia semacam itu. Planet berbatu yang mengorbit bintangnya dalam waktu kurang dari 11 jam ini menunjukkan suhu dan kepadatan yang lebih rendah dari perkiraan, yang mengindikasikan adanya lapisan gas di atas samudra magma. Temuan yang dipublikasikan pada 11 Desember ini menyoroti bagaimana radiasi intens mungkin tidak melenyapkan seluruh atmosfer dari planet kecil yang letaknya berdekatan dengan bintangnya.

Sebuah tim yang dipimpin oleh Profesor Lisa Kaltenegger di Cornell University telah menentukan 45 eksoplanet berbatu di zona layak huni bintang induknya, tempat air cair mungkin ada. Penelitian yang memanfaatkan data dari misi Gaia ESA dan Exoplanet Archive milik NASA ini menyoroti target utama dalam pencarian kehidupan di luar bumi. Dipublikasikan di Monthly Notices of the Royal Astronomical Society, studi tersebut juga mencatat 24 kandidat tambahan di zona layak huni yang lebih ketat.

Dilaporkan oleh AI

Teleskop antariksa James Webb milik NASA mengamati kabut yang luar biasa tebal di exoplanet Kepler-51d yang mengaburkan komposisi atmosfernya. Planet super-puff ini merupakan bagian dari sistem kerapatan rendah yang langka di sekeliling bintang Kepler-51. Planet ini menantang model standar pembentukan planet. Temuan yang dipimpin oleh para peneliti dari Penn State University ini dipublikasikan pada tanggal 16 Maret di Astronomical Journal.

Astronom memprediksi penjajaran langka dua planet dan bintangnya di sistem Kepler-89 pada 1 April 2026, tetapi peristiwa itu mungkin lewat tanpa teramati karena akses teleskop ditolak. Eksosisigi ini, yang pertama kali diidentifikasi pada 2010, menawarkan kesempatan unik untuk mempelajari orbit planet, namun komplikasi penjadwalan menggagalkan upaya pengamatan. Peneliti tetap optimis terhadap prediksi sambil merencanakan peluang masa depan.

Dilaporkan oleh AI

Para ilmuwan telah mengukur langsung massa dan jarak planet mengambang bebas yang melayang di Bima Sakti, menggunakan pengamatan simultan dari Bumi dan luar angkasa. Planet tersebut, dengan massa mirip Saturnus, kemungkinan terbentuk di sekitar bintang sebelum terlontar ke ruang antarbintang. Penemuan ini menyoroti metode baru untuk mempelajari objek sulit ini.

Para astronom telah menemukan bintang pendamping yang mengorbit kappa Tucanae A yang kemungkinan mempertahankan awan debu ultra-panas yang membingungkan. Terletak 70 tahun cahaya dari Bumi, debu tersebut bertahan dalam kondisi ekstrem di dekat bintang utama, menantang pemahaman sebelumnya tentang sistem planet. Penemuan ini, yang dicapai melalui interferometri canggih, dapat membantu pencarian masa depan untuk eksoplanet seperti Bumi.

Dilaporkan oleh AI

Peneliti di Universitas Tokyo telah mengembangkan pendekatan berbasis waktu untuk membedakan bagaimana Jupiter panas bermigrasi ke dalam menuju bintang mereka. Dengan menganalisis skala waktu sirkularisasi orbit, mereka mengidentifikasi sekitar 30 planet semacam itu yang kemungkinan bergerak secara damai melalui cakram protoplanet daripada melalui penyebaran kekerasan. Temuan ini memberikan bukti yang lebih jelas tentang proses pembentukan untuk exoplanet masif ini.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak