Ahmad Dhani mengunggah dokumen Surat Ketetapan Penghentian Penyidikan (SP3) di Instagram-nya yang kembali aktif, menuduh laporan KDRT dari Maia Estianty pada 2007 sebagai palsu. Unggahan ini muncul di tengah konflik keluarga yang memanas usai pernikahan putranya El Rumi pada April 2026. Dhani juga mengungkap kekecewaan dan keinginan memisahkan acara pernikahan anaknya Dul Jaelani.
Jakarta – Setelah akun Instagram @ahmaddhaniofficial-nya kembali aktif, Ahmad Dhani langsung mengunggah tiga lembar SP3 dari Polda Metro Jaya yang diterbitkan pada 3 November 2008. Dokumen itu menghentikan penyidikan laporan dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilayangkan Maia Estianty pada 2007 karena kurang bukti.
"Ini salah satu laporan palsu yang dilakukan oleh Maia Estianty," tulis Dhani pada Selasa (6/5/2026). Ia mengkritik media yang ramai memberitakan laporan awal tapi diam saat bukti hoaks muncul. Unggahan ini merespons kritik publik terkait pernyataannya belakangan.
Konflik memanas sejak rangkaian pernikahan El Rumi dengan Syifa Hadju pada April 2026, termasuk momen siraman di mana putri Dhani, Shafeea, menangis. Dhani menyebut air mata Maia sebagai “air mata buaya" dan mengungkit isu perceraian serta perselingkuhan, memicu reaksi netizen.
Dhani mengaku kecewa dengan pernikahan El Rumi dan absen dari resepsi di Bali karena keluarga besarnya "sudah muak" bertemu Maia. "Saya juga enggak pengin, keluarga saya terutama tidak pengin ketemu lagi sama Maia," katanya dalam tayangan YouTube pada 6 Mei 2026. Ia ingin acara pernikahan Dul Jaelani dipisah, seperti siraman dengan ibu dan ngunduh mantu dengannya.