BPOM bantah kecolongan dalam penarikan susu formula bayi Nestle

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menegaskan tidak ada kelalaian dalam penarikan produk susu formula bayi Nestle akibat potensi cemaran toksin cereulide. Kepala BPOM Taruna Ikrar menjelaskan bahwa pengawasan telah dilakukan sesuai aturan, merespons notifikasi dari Uni Eropa. Masyarakat diimbau menghentikan penggunaan dua batch produk S-26 Promil Gold pHPro 1 dan mengembalikannya.

Jakarta – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar menegaskan bahwa pihaknya tidak kecolongan dalam kasus penarikan produk susu formula bayi Nestle. Produk tersebut berasal dari Eropa, di mana proses quality control juga dilakukan. BPOM menerapkan sistem notifikasi berdasarkan dokumen dari negara asal untuk memberikan nomor izin edar di Indonesia.

"Badan POM tidak kecolongan. Badan POM sudah mengikuti semua aturan yang telah dimiliki untuk keluarnya izin edar produk tersebut, susu formula tersebut," kata Taruna Ikrar.

BPOM telah memerintahkan PT Nestle Indonesia untuk menghentikan distribusi dan impor sementara produk formula bayi, merespons notifikasi dari European Union Rapid Alert System for Food and Feed (EURASFF). Hal ini menyusul ditemukannya potensi cemaran toksin cereulide pada produk S-26 Promil Gold pHPro 1 untuk bayi usia 0-6 bulan, dengan nomor izin edar ML 562209063696 dan nomor batch 51530017C2 serta 51540017A1.

Taruna menjelaskan bahwa toksin cereulide tahan terhadap suhu tertentu. Jika dikonsumsi melebihi batas aman, dapat menyebabkan muntah, gejala neurologis seperti kurang sadar, dan diare pada bayi. Hingga kini, belum ada aduan masyarakat terkait gejala tersebut.

"Untuk kehati-hatian, Badan POM sudah meminta supaya produk tersebut spesifik yang untuk 0-6 bulan itu ditarik," ujar Taruna. BPOM juga memberikan persetujuan kepada Nestle untuk menarik produk bermasalah, sambil memperingatkan publik. Produk di gudang diminta dimusnahkan, sementara yang sudah beredar ditarik kembali.

"Karena ini produk untuk bayi tentu kita sangat perlu berhati-hati. Lebih bagus mencegah sebelum terjadi, daripada sudah terjadi keracunan karena bisa fatal," tambahnya. BPOM mengimbau pemilik produk dengan batch tersebut untuk menghentikan penggunaan dan menghubungi Nestle Indonesia untuk pengembalian atau penukaran. Konsumen berhak menuntut ganti rugi jika mengalami kerugian.

BPOM akan terus melakukan pengawasan pra dan pasca-pasar, serta berkoordinasi dengan otoritas internasional untuk memastikan keamanan produk pangan.

Artikel Terkait

 Supermarket scene of Danone infant formula recall in Europe, with staff removing products and worried parents amid warning signs.
Gambar dihasilkan oleh AI

Danone extends infant milk recalls as precaution

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Amid fears from recent Nestlé and Lactalis recalls, Danone is extending its infant formula recalls in several European countries, including Ireland, as a precaution. The company states its tests are compliant and products safe, while investigations point to a common Chinese supplier for possible cereulide contamination. Two infant deaths are suspected, with no causal link established.

Hong Kong's Centre for Food Safety announced that, in follow-up investigations of previously recalled batches, five out of 22 samples tested positive for cereulide, a toxin produced by Bacillus cereus. The toxin levels ranged from 0.2 to 1.3 micrograms per kilogram of food. The affected products include Nan INFINIPRO2 7HMO, Nan PRO 1 2HMO, and Illuma LUXA 1.

Dilaporkan oleh AI

The National Consumer Commission has recalled a batch of Nestlé's NAN Special Pro HA infant formula due to potential contamination with a harmful toxin. The product, sold in South Africa and exported to Namibia and Eswatini, affects 800-gram tins for babies aged zero to twelve months. Consumers are advised to return the items for a full refund.

Four employees at Uppsala's Akademiska sjukhuset pediatric unit have fallen acutely ill with similar symptoms. Police are investigating the cases as attempted murders via poisoning with extremely high levels of caffeine powder in water bottles. The prosecutor confirms suspicion of poisoning but declines to comment on details.

Dilaporkan oleh AI

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah terbuka terhadap usulan memperluas program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mencakup penyandang disabilitas dan anak jalanan. Pernyataan ini disampaikan merespons pertanyaan media pada 7 Januari 2026. Selain itu, Presiden Prabowo Subianto menekankan peningkatan disiplin prosedur dalam pelaksanaan program tersebut.

Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan menekankan pentingnya pendampingan bagi usaha mikro dan kecil (UMK) menjelang implementasi regulasi Wajib Halal pada Oktober 2026. Ia menyatakan bahwa banyak UMK belum bersertifikat halal, sehingga diperlukan sinergi dari LP3H dan P3H. Rapat Koordinasi Nasional LP3H digelar untuk memperkuat peran tersebut.

Dilaporkan oleh AI

Shell Super, bahan bakar non-subsidi dengan RON 92, masih tersedia di sejumlah SPBU Shell di wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjamin pasokan BBM nasional aman jelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Ketersediaan ini mendukung mobilitas kendaraan di tengah dinamika distribusi.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak