BPJPH tekankan pendampingan UMK penting jelang wajib halal 2026

Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan menekankan pentingnya pendampingan bagi usaha mikro dan kecil (UMK) menjelang implementasi regulasi Wajib Halal pada Oktober 2026. Ia menyatakan bahwa banyak UMK belum bersertifikat halal, sehingga diperlukan sinergi dari LP3H dan P3H. Rapat Koordinasi Nasional LP3H digelar untuk memperkuat peran tersebut.

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan menyatakan bahwa pendampingan bagi usaha mikro dan kecil (UMK) oleh pemangku kepentingan sangat krusial menjelang Wajib Halal 2026 yang akan diterapkan pada Oktober.

Dalam keterangannya di Jakarta pada Rabu, Haikal menyoroti bahwa masih banyak UMK yang belum memiliki sertifikat halal. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama terkoordinasi dan berkelanjutan, khususnya melalui Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) dan Pendamping Proses Produk Halal (P3H).

“Keberhasilan Wajib Halal sangat ditentukan oleh sinergi dan kinerja kita bersama. LP3H dan P3H adalah garda terdepan pendampingan usaha mikro dan kecil, sehingga perannya harus semakin kuat dan efektif,” ujar Haikal.

Ia menilai LP3H tidak hanya sebagai pendamping administratif, melainkan mitra strategis pemerintah untuk membangun tertib halal di tingkat akar rumput. “Oleh karena itu, peningkatan kualitas kinerja, disiplin prosedur, dan kesamaan langkah di seluruh LP3H menjadi sebuah keniscayaan,” katanya.

BPJPH akan terus memperkuat LP3H secara berkelanjutan melalui kedeputian, Balai PJPH, dan Loka PJPH di berbagai daerah. “Kami ingin LP3H semakin profesional, solid, dan berdaya guna. Dengan kinerja yang kuat dan sinergi yang terbangun baik, pendampingan sertifikasi halal dapat berjalan lebih cepat, akurat, dan merata,” jelas Haikal.

Sementara itu, Deputi Bidang Pembinaan dan Pengawasan JPH EA Chuzaemi Abidin menyebutkan bahwa Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) LP3H digelar pada awal Februari 2026. Rakornas ini diikuti oleh 309 LP3H dari seluruh Indonesia dan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi serta percepatan sertifikasi halal UMK.

“Rakornas ini menjadi forum strategis untuk menyatukan langkah, meningkatkan kinerja pendampingan, serta memastikan seluruh LP3H bergerak dalam satu visi yang sama dalam mendukung percepatan sertifikasi halal UMK,” ujar Chuzaemi.

Artikel Terkait

President Prabowo Subianto leads intense four-hour meeting with ministers and BUMN directors at Presidential Palace, focusing on efficiency, debt control, and food security.
Gambar dihasilkan oleh AI

Prabowo holds four-hour meeting with ministers and BUMN directors

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

President Prabowo Subianto led a four-hour government work meeting at the Presidential Palace on April 8, 2026, involving ministers, echelon I officials, and BUMN directors. He stressed improving bureaucratic efficiency, reducing leaks, and committing to keep debt ratio below 40 percent of GDP and APBN deficit under 3 percent. The meeting also addressed protein self-sufficiency and food security.

Coordinating Minister for Community Empowerment Abdul Muhaimin Iskandar urged 200 prospective Indonesian migrant workers (PMI) heading to Japan to work professionally and uphold Indonesia's reputation. The message was delivered at their departure event at Terminal 3 Soekarno-Hatta Airport in Tangerang on Friday (April 3). The event is part of the SMK Go Global program.

Dilaporkan oleh AI

PT Perkebunan Nusantara (PTPN) and Perum Perhutani pledged collaboration with Jember Regency government to tackle extreme poverty around plantations and forests. The commitment came during a discussion at Universitas Jember on April 13, 2026. Regent Muhammad Fawait called for synergy among all stakeholders.

Academic and STIK-PTIK Professor Albertus has praised the implementation of Operasi Ketupat 2026 for its thorough planning by Korlantas Polri. He highlighted the mobilization of human resources, budget, and technology as key to success. Research shows 93 percent public approval.

Dilaporkan oleh AI

Head of the National Nutrition Agency (BGN) Dadan Hindayana assured that the budget for the Free Nutritious Meals (MBG) program in the 2026 state budget remains Rp 335 trillion without cuts. The statement responds to Finance Minister Purbaya Yudhi Sadewa's efficiency plans following a Limited Coordination Meeting (Rakortas) at the Coordinating Ministry for Economic Affairs on March 16, 2026.

On March 7, 2026, the Indonesian National Police (Polri) organized a simultaneous nationwide corn planting event as part of efforts to achieve food self-sufficiency in line with President Prabowo Subianto's directive. The initiative targets one million hectares of corn planting, building on the previous year's surplus production. Kapolri General Listyo Sigit Prabowo attended the event in South Sumatra, highlighting its support for the Free Nutritious Meals (MBG) program.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak