OJK siap revisi SLIK untuk permudah akses kredit rumah subsidi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana mengeluarkan kebijakan khusus untuk merevisi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) guna mendukung program 3 juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyatakan akan menetapkan ambang batas informasi kredit dan mempercepat pembaruan data. Kebijakan ini diharapkan diumumkan pekan depan.

Di Jakarta pada Senin (13/4/2026), Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, yang akrab disapa Kiki, menyambut masukan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait terkait kendala SLIK dalam program rumah subsidi.

"Kami, insya Allah, akan mengeluarkan kebijakan khusus terkait SLIK," ujar Kiki. Ia menjelaskan bahwa SLIK mencatat riwayat kredit individu untuk mendorong tanggung jawab keuangan, tetapi kini akan ada ambang batas agar catatan tidak dimulai dari nol rupiah. Hal ini untuk memperlancar akses kredit bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

OJK juga akan mempermudah akses Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) ke SLIK sebagai lembaga terpercaya. Selain itu, informasi pelunasan kredit yang sebelumnya memakan waktu hingga 1,5 bulan kini dipastikan maksimal tiga hari, sehingga pengembang dan bank dapat segera memproses pembiayaan.

Maruarar Sirait menyatakan kegembiraannya dan akan melaporkan respons OJK kepada Presiden. Ini merupakan pertemuan kelima antara Kementerian PKP dan OJK, setelah temuan lapangan menunjukkan MBR dan pengembang terhambat oleh SLIK.

Kebijakan ini mendukung target pemerintah membangun 3 juta rumah, khususnya untuk MBR.

Artikel Terkait

Cak Imin and President Prabowo discussing a trillion-rupiah budget boost for small businesses and creative industries in an official setting.
Gambar dihasilkan oleh AI

Cak Imin requests Rp1 trillion extra budget for UMKM

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Coordinating Minister for Community Empowerment Muhaimin Iskandar, known as Cak Imin, has requested an additional Rp1 trillion budget from President Prabowo Subianto to support MSMEs and the creative economy.

The Financial Services Authority has restructured Rp17.4 trillion in credit for around 279,000 customer accounts hit by disasters in three Sumatra provinces as of March 2026.

Dilaporkan oleh AI

Indonesia's Interior Minister Muhammad Tito Karnavian and Housing Minister Maruarar Sirait inspected preparations for the Self-Help Housing Stimulus Program (BSPS) in Teritip Ward, Balikpapan, on Tuesday, May 5, 2026. They verified recipient data accuracy and confirmed aid reached eligible recipients. Karnavian launched the BSPS program across Kalimantan island virtually from the site.

DPR Budget Committee Chairman Said Abdullah has proposed biometric verification, such as fingerprints or retina scans, for subsidized 3 kg LPG purchases. The measure aims to ensure subsidies reach the intended recipients and prevent leakage. He made the statement to reporters at the parliamentary complex in Senayan on April 6, 2026.

Dilaporkan oleh AI

The Ministry of Primary and Secondary Education has introduced e-Rapor filled each semester to prevent inflated student report card grades in the SPMB achievement track. The measure includes incentives of additional SNBP quotas for compliant schools.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak