Ketua Banggar DPR usul verifikasi biometrik untuk LPG 3 kg

Ketua Badan Anggaran DPR RI, Said Abdullah, mengusulkan verifikasi biometrik seperti sidik jari atau retina mata untuk pembelian gas elpiji 3 kg bersubsidi. Usulan ini bertujuan memastikan subsidi tepat sasaran dan mencegah kebocoran. Pernyataan disampaikan di Kompleks Parlemen, Senayan, pada 6 April 2026.

Said Abdullah, Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, menilai penyaluran subsidi gas elpiji 3 kg perlu dibenahi agar tepat sasaran. Ia menyatakan hal ini kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, pada Senin, 6 April 2026.

Menurutnya, pembelian elpiji 3 kg harus dilakukan melalui sistem verifikasi biometrik berlapis, seperti sidik jari atau retina mata. "Yang diperlukan justru adalah subsidi LPG 3 kilogram itu harus tepat sasaran, targeted," ujar Said.

Said menekankan bahwa data pemerintah saja tidak cukup. Verifikasi berulang diperlukan untuk memastikan hanya masyarakat berhak yang menerima subsidi tersebut.

Berdasarkan data Banggar DPR, jumlah penerima subsidi elpiji 3 kg lebih kecil daripada pagu anggaran. Dengan sistem ini, Said berharap penyaluran menjadi lebih efisien.

Artikel Terkait

Illustration of President Prabowo approving anti-corruption budgets for meal program oversight.
Gambar dihasilkan oleh AI

Prabowo to boost budgets for KPK and Kejagung to prevent MBG corruption

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

President Prabowo Subianto plans to increase budgets for law enforcement agencies including the KPK and Kejagung to strengthen oversight of the free nutritious meals program.

The Kenyan government has announced a mandatory biometric verification exercise for all beneficiaries of the Inua Jamii cash transfer programme. The move targets over 1.7 million vulnerable Kenyans receiving monthly stipends of Ksh2,000. It aims to confirm eligibility and remove ghost beneficiaries from the system.

Dilaporkan oleh AI

Vice Chairman of the Indonesian House of Representatives Saan Mustopa said the Free Nutritious Meals program could save up to Rp70 trillion in budget after a review by the National Nutrition Agency.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak