Pemerintah proses surat pengunduran diri tiga komisioner OJK

Pemerintah Indonesia telah menerima surat pengunduran diri dari tiga anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa surat-surat tersebut sedang diproses sesuai mekanisme yang berlaku. OJK juga telah menunjuk pengganti sementara untuk menjaga stabilitas organisasi.

Jakarta – Pada Sabtu, 31 Januari 2026, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengonfirmasi bahwa pemerintah telah menerima surat pengunduran diri dari tiga anggota Dewan Komisioner OJK. Pengunduran diri ini ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto dan sedang dalam proses lebih lanjut. "Sudah, sudah diterima. Lagi diproses," ujar Prasetyo kepada wartawan di Wisma Danantara, Jakarta Selatan.

Prasetyo menjelaskan bahwa proses penggantian akan mengikuti mekanisme yang berlaku, dimulai dari penetapan pengunduran diri setelah rapat dewan komisioner. "Sesuai mekanisme kan hasil dari rapat dewan komisioner tadi kan, berkirim surat kepada Bapak Presiden," katanya. Setelah itu, pemerintah akan memproses pengisian jabatan kosong untuk memastikan kelancaran tugas pengawasan sektor jasa keuangan.

Sebelumnya, pada Jumat 30 Januari 2026, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dan Wakil Ketua Mirza Adityaswara mengundurkan diri, di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). OJK merespons dengan menunjuk Friderica Widyasari Dewi sebagai Anggota Dewan Komisioner pengganti Ketua dan Wakil Ketua, efektif 31 Januari 2026. Friderica, sebelumnya Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, dilaporkan memiliki harta kekayaan Rp85,34 miliar, didominasi properti di Jakarta Selatan, Bali, dan wilayah lain, serta satu unit Mercedes Benz 2018 senilai Rp700 juta.

OJK juga menunjuk Hasan Fawzi sebagai pengganti untuk posisi Pengawas Pasar Modal. Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK M. Ismail Riyadi menegaskan bahwa penunjukan ini sesuai Peraturan Dewan Komisioner OJK untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan dan pelindungan konsumen. Meski sumber berbeda menyebut dua atau tiga pengunduran diri, OJK menjamin pelayanan tetap normal.

Artikel Terkait

Friderica Widyasari announced as new OJK commissioner board chair at DPR press conference in Jakarta.
Gambar dihasilkan oleh AI

Friderica Widyasari selected as new OJK commissioner board chair

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Indonesia's House Commission XI announced five candidates for OJK commissioner board positions for 2026-2031 who passed the fit and proper test, including Friderica Widyasari as chair. The announcement followed the examination of 10 candidates on March 11, 2026, in Jakarta. The names will be discussed in a DPR plenary session on March 12.

The Financial Services Authority (OJK) along with Bareskrim Polri conducted a raid at PT MASI's office in the SCBD area, South Jakarta, on Wednesday, March 4, 2026. The raid is part of an investigation into alleged criminal acts in the capital market, including IPO manipulation and fictitious transactions. Two suspects have been named in the case spanning 2020 to 2022.

Dilaporkan oleh AI

The Financial Services Authority has restructured Rp17.4 trillion in credit for around 279,000 customer accounts hit by disasters in three Sumatra provinces as of March 2026.

Finance Minister Purbaya Yudhi Sadewa announced the dismissal of two Ministry of Finance officials on May 4, 2026, following an investigation into five officials involved in tax restitution management. The move addresses discrepancies in 2025 fiscal year restitution payouts. Purbaya also introduced new rules for more orderly restitution processes.

Dilaporkan oleh AI

President Prabowo Subianto held a meeting with PPATK head Ivan Yustiavandana and State Secretary Minister Prasetyo Hadi in Hambalang, Bogor, on Sunday (3/5/2026). The discussion covered evaluation of financial transactions and strict oversight of government fund flows. This is part of a monthly routine agenda for transparency.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak