Elon Musk meramalkan di podcast 'Moonshots with Peter Diamandis' bahwa robot humanoid Optimus milik Tesla akan mengungguli ahli bedah manusia terbaik di dunia pada 2029, berpotensi merevolusi layanan kesehatan di tengah kekurangan dokter dan kemajuan AI yang cepat. Prediksi ini menekankan ambisi robotika Tesla, meskipun penjualan EV terus menurun, hambatan mengemudi otonom, dan persaingan.
Elon Musk, CEO Tesla, tampil di podcast 'Moonshots with Peter Diamandis', di mana ia memprediksi robot Optimus akan melampaui ahli bedah manusia dalam presisi dan keterampilan dalam tiga tahun. 'Tiga tahun. Tiga tahun secara massal… Mungkin akan ada lebih banyak robot Optimus yang menjadi ahli bedah hebat daripada semua ahli bedah di Bumi,' kata Musk. Ia menyarankan untuk tidak mengejar sekolah kedokteran karena 'tidak berguna' mengingat arah AI, mengutip kekurangan dokter global, periode pelatihan panjang, dan pengetahuan medis yang berkembang. Pada 2030, Musk membayangkan AI melampaui 'kecerdasan semua manusia digabungkan', memungkinkan perawatan medis unggul yang dapat diakses secara universal, melampaui bahkan apa yang diterima Presiden AS. Tesla memusatkan masa depannya pada Optimus Gen 3, dengan rencana pengungkapan besar, produksi massal dimulai di fasilitas Fremont (target satu juta unit per tahun), lini kedua di Austin, dan penjualan publik akhir 2027 seharga sekitar $20.000 per unit. Data pabrik internal akan melatih robot untuk penyebaran luas. Di Forum Davos Februari 2026, Musk menyebut Optimus 'mesin von Neumann pertama' yang mampu membangun peradaban di planet layak huni. Pergeseran ini datang saat Tesla bergulat dengan tantangan. Penjualan EV global turun 6,7% pada 2025—penurunan kedua berturut-turut—dengan 1,65 juta kendaraan diproduksi pada 70% kapasitas, meninggalkan 700.000 unit tidak terpakai. Penjualan Eropa turun 28%, di tengah persaingan dari China. Upaya otonomi tertinggal: California melaporkan nol mil tanpa pengemudi pada 2025 (tahun keenam berturut-turut), dengan hanya 562 mil diawasi sejak 2016. Tesla hanya memiliki izin tingkat pemula yang memerlukan pengemudi keselamatan dan belum mengajukan persetujuan lanjutan (membutuhkan 50.000+ mil diawasi). Layanan 'robotaxi' San Francisco dikemudikan manusia di bawah izin piagam. Musk menyalahkan regulasi, pernah menyatakan kaget jika persetujuan tidak datang pada 2025. Pesaing maju: robot Atlas Hyundai (muatan 50kg) menargetkan penggunaan pabrik pada 2028, sementara perusahaan China mengirimkan 90% robot humanoid global 2025 di bawah $15.000. Saham Tesla diperdagangkan pada $403.32—206,3% di atas nilai wajar—dengan P/E ~399 vs industri 24, turun 6,29% dalam 30 hari. Visi Musk meluas, menyarankan robot bisa menangani tenaga kerja manual, membuat tabungan pensiun 'tidak relevan' di masa depan kelimpahan AI. Para ahli mencatat hambatan regulasi, etika, dan uji coba mungkin menunda jadwal, meskipun AI sudah membantu diagnosis dan penemuan obat.