Playoff peringkat tiga FIFA Arab Cup Qatar 2025 antara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab ditangguhkan dan dibatalkan karena badai petir parah di dekat stadion. Alih-alih dijadwalkan ulang, komite FIFA menyatakan pertandingan seri 0-0, memungkinkan kedua tim berbagi peringkat tiga dan membagi hadiah uang secara merata. Keputusan tidak biasa ini menuai sorotan atas penanganan pertandingan kompetitif.
Kejadian itu terjadi di Khalifa International Stadium di Al Rayyan, Qatar, venue berkapasitas 45.000 penonton yang menyelenggarakan pertandingan di hadapan publik. Pertandingan, bagian dari edisi kedua turnamen di bawah pengawasan FIFA dan yang ke-13 dalam sejarahnya, imbang 0-0 saat turun minum ketika pejabat menilai cuaca yang memburuk.
Badai petir menimbulkan risiko keselamatan segera, mendorong wasit menghentikan pertandingan sebelum babak kedua dimulai. Stadion itu sendiri tetap beroperasi, dengan lapangan dalam kondisi baik, tetapi kedekatan dengan badai memerlukan penangguhan. Daripada memindahkan atau menunda pertandingan, FIFA memilih untuk tidak melanjutkan permainan.
Dalam pernyataan, FIFA menjelaskan: “Playoff peringkat tiga FIFA Arab Cup Qatar 2025 antara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab ditangguhkan tanpa batas waktu karena badai petir di dekat stadion. Meskipun venue mempertahankan integritas operasional penuh dan lapangan tetap dalam kondisi baik, tindakan ini diambil oleh wasit dan pejabat pertandingan untuk memastikan keselamatan semua pemain, penggemar, dan staf di stadion. Keputusan untuk menentukan pemenang peringkat tiga akan diputuskan pada waktunya oleh komite terkait dalam FIFA.”
Setelah penundaan empat jam, Komite Tim Nasional Pria FIFA mengumumkan keputusannya, sesuai peraturan: “Pertandingan dinyatakan seri 0-0, peringkat tiga dibagi antara kedua tim dan total hadiah uang untuk peringkat tiga dan empat akan digabungkan dan dibagi secara merata di antara kedua tim peserta.”
Hasil ini, yang jarang terjadi dalam sepak bola internasional, menekankan pentingnya pertandingan peringkat tiga untuk peringkat dan keuangan. Dana hadiah rekor £27,3 juta Piala Arab memastikan tidak ada tim yang mengalami kerugian ekonomi, meskipun resolusi administratif telah memicu perdebatan tentang menjaga integritas lapangan di tengah tantangan cuaca.