Citra Hubble tunjukkan galaksi M88 melesat di Gugus Virgo

Teleskop Luar Angkasa Hubble milik NASA/ESA telah merilis citra terbaru Messier 88, sebuah galaksi spiral yang bergerak melintasi Gugus Virgo. Galaksi ini memiliki lubang hitam supermasif dan menunjukkan tanda-tanda awal kehilangan gas akibat gaya gravitasi gugus tersebut.

Messier 88, yang juga dikenal sebagai NGC 4501, terletak sekitar 63 juta tahun cahaya dari Bumi di rasi bintang Coma Berenices. Sebuah lubang hitam supermasif di pusatnya memiliki massa sekitar 100 juta kali massa Matahari dan mendorong aliran gas keluar, sementara bintang-bintang yang lebih tua menciptakan cahaya hangat di pusatnya. Lengan-lengan spiralnya menampilkan gugus bintang yang terang dan awan debu, yang tampak dari Bumi dengan sudut pandang tertentu.

Artikel Terkait

Teleskop Luar Angkasa Hubble milik NASA telah memotret piringan protoplanet terbesar yang pernah diketahui, mengungkapkan struktur yang turbulen dan asimetris di sekitar bintang muda. Piringan yang dijuluki Dracula's Chivito ini membentang hampir 400 miliar mil dan terletak sekitar 1.000 tahun cahaya dari Bumi.

Dilaporkan oleh AI

Para astronom telah mengamati sebuah lubang hitam supermasif di galaksi J1007+3540 yang kembali memancarkan semburan energi kuat setelah hampir 100 juta tahun tidak aktif. Semburan tersebut, yang terdistorsi oleh tekanan hebat dari gugus galaksi di sekitarnya, membentang hampir satu juta tahun cahaya. Temuan ini mengungkap siklus aktivitas lubang hitam yang membentuk struktur galaksi.

Para astronom telah menguraikan strategi untuk mendeteksi biner lubang hitam supermasif yang mengorbit dengan jarak dekat dengan mencari kilatan cahaya bintang yang diperbesar secara berulang akibat pelensaan gravitasi.

Dilaporkan oleh AI

Teleskop Ruang Angkasa Nancy Grace Roman milik NASA yang akan datang dapat mendeteksi puluhan bintang neutron terisolasi di Bima Sakti melalui mikrolensa gravitasi. Sebuah studi baru menunjukkan bahwa observatorium tersebut dapat mengukur massa objek-objek yang sebelumnya tidak terlihat ini. Para peneliti memperkirakan misi ini akan menyediakan sampel besar pertama dari bintang-bintang tersebut yang dideteksi semata-mata oleh efek gravitasi mereka.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak