Hakim perintahkan DOJ untuk membuka identitas tiga saksi dalam kasus pemilu Fulton

Seorang hakim federal di Georgia memutuskan bahwa Departemen Kehakiman (DOJ) harus mengungkap nama tiga saksi dalam kasus terkait penyitaan surat suara pemilu 2020. Keputusan ini diambil karena identitas mereka sudah diketahui publik. Hakim Distrik AS J.P. Boulee, yang ditunjuk oleh Trump, memerintahkan agar surat pernyataan yang tidak disunting diserahkan dalam waktu dua hari.

Hakim Distrik AS J.P. Boulee memimpin gugatan hukum di Fulton County, Georgia, yang menantang penggeledahan yang dilakukan pemerintahan Trump pada bulan Januari terhadap Pusat Pemilu wilayah tersebut. Wilayah itu menuntut pengembalian surat suara dan mesin penghitung pemilu 2020 yang disita, dengan menyebut surat perintah tersebut tidak memiliki dasar hukum yang kuat dan merupakan pelanggaran konstitusional yang didasarkan pada desas-desus spekulatif. Penyelidikan ini berawal dari Kurt Olsen, seorang penyangkal pemilu 2020 yang kemudian menjadi direktur keamanan dan integritas pemilu serta sempat berbicara dengan Presiden Trump saat itu pada 6 Januari 2021. Hakim Boulee memutuskan pada hari Senin bahwa sebagian besar saksi tidak keberatan identitas mereka diungkap, namun saksi 2, 3, dan 11 menolak penghapusan penyuntingan nama. Ia berpihak pada jurnalis Justin Glawe, yang berpendapat bahwa aneh untuk menyembunyikan nama pejabat publik yang sudah dapat diidentifikasi dari dokumen yang disunting dan laporan publik. Hakim mencatat bahwa dokumen publik mendeskripsikan saksi 2 sebagai anggota Dewan Pemilihan Negara Bagian Georgia yang ditunjuk dari Partai Republik dan mantan dokter kandungan, saksi 3 sebagai anggota SEB yang saat ini ditunjuk DPR, dan saksi 11 sebagai Komisaris Fulton County yang pernah bekerja sebagai petugas pemungutan suara tahun 2020. Laporan dari 11Alive dan Atlanta Journal-Constitution mengidentifikasi komisaris dari Partai Republik, Bridget Thorne, dan anggota SEB, Janelle King, sementara Glawe mengaitkan Dr. Janice Johnston dengan dokter kandungan tersebut. Dua saksi telah mengungkap identitas mereka sendiri dalam laporan berita, ujar Boulee, seraya menambahkan bahwa jika privasi memang menjadi kekhawatiran yang nyata, detail identifikasi seharusnya disunting. DOJ menyampaikan kekhawatiran mengenai privasi, pembalasan, dan pelecehan jika peran mereka dalam penyelidikan kejahatan pemilu dikonfirmasi, namun hakim menekankan pentingnya pemilu 2020 dan pemilu Georgia bagi publik. Boulee mengabulkan mosi intervensi Glawe dan memerintahkan DOJ untuk menyerahkan surat pernyataan yang tidak disunting dalam waktu dua hari.

Artikel Terkait

Illustration of a female judge in her chambers with a shadowy law enforcement figure, representing a judicial scandal.
Gambar dihasilkan oleh AI

Federal judiciary privately reprimands Georgia judge over workplace affair and false statements

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi

A federal district judge in Georgia was privately reprimanded by the Judicial Council of the 11th U.S. Circuit after an internal investigation found she had an extramarital relationship with a high-ranking law enforcement officer that included sexual intercourse in her chambers during work hours, and that she made false statements during the inquiry.

A federal judge has issued a public caution to an assistant U.S. attorney after a special counsel investigation found he failed to disclose key information in the Bryan Rafael Gomez immigration case. The ruling follows an earlier DOJ apology and a controversial DHS press release that inaccurately portrayed the judge's knowledge.

Dilaporkan oleh AI

Attorneys for Kilmar Abrego Garcia urged U.S. District Judge Waverly Crenshaw to dismiss human smuggling charges against their client, labeling the Department of Justice's explanations as 'legally irrelevant and patently incredible.' The request follows an evidentiary hearing where government witnesses testified about the case's origins. The prosecution emerged after Abrego Garcia's wrongful deportation and court-ordered return.

The U.S. Justice Department released a report on Tuesday alleging that the Biden administration selectively enforced the Freedom of Access to Clinic Entrances Act against anti-abortion activists. Acting Attorney General Todd Blanche stated the department will not tolerate a two-tiered justice system. The findings have drawn criticism from advocacy groups.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak