Hakim memerintahkan ICE menjelaskan penahanan pria yang ditangkap karena kacang pinto

Seorang hakim federal di Utah telah mengeluarkan perintah pembatasan sementara terhadap Immigration and Customs Enforcement, yang mewajibkan lembaga tersebut membenarkan mengapa Lorenzo Chavez Rascon harus tetap ditahan setelah penangkapan yang melibatkan kacang pinto kering yang disangka narkoba. Putusan ini menyoroti kekhawatiran atas proses hukum yang adil dalam penegakan imigrasi. Chavez, yang memiliki status deferred action dari petisi U-visa bona fide, tidak menghadapi tuduhan kriminal.

Lorenzo Chavez Rascon memasuki Amerika Serikat pada 2017 sebagai anak di bawah umur bersama keluarganya dan mengajukan suaka. Selama proses suaka, ia mengajukan U-visa, visa sementara bagi individu tanpa dokumen yang bekerja sama dengan penegak hukum. Pada awal Februari 2026, U.S. Customs and Immigration Services menentukan petisi U-visa-nya bona fide, memberikan status deferred action yang menghentikan proses deportasi di tengah tumpukan aplikasi serupa yang tertunda.  nnPada akhir Februari 2026, otoritas di Utah menangkap Chavez atas dugaan menjual narkotika. Perintah pengadilan mencatat: «Namun, narkotika yang terlibat dalam penjualan yang dicurigai tersebut kemudian ditentukan sebagai kacang pinto kering.» Meskipun tuduhan dibatalkan oleh negara bagian, ICE mengeluarkan detainer dan mengambil hak asuh Chavez dari Penjara Salt Lake County.  nnPada 3 Maret 2026, pengacara Chavez mengajukan petisi habeas corpus dan permohonan perintah pembatasan sementara untuk mencegah deportasi dan memastikan akses ke penasihat hukum. Hakim Distrik AS Robert J. Shelby, yang ditunjuk oleh Barack Obama, memberikan perintah pembatasan tersebut, memutuskan bahwa penahanan Chavez kemungkinan melanggar hak proses hukumnya menurut Amandemen Kelima.  nnHakim menekankan bahwa status deferred action membuat deportasi tidak dapat diprediksi, dengan menyatakan: «Deferred action tidak boleh dicabut secara sewenang-wenang.» Tidak ada pelanggaran federal yang dapat menyebabkan deportasi yang diidentifikasi, dan pengadilan menemukan kerugian yang tidak dapat diperbaiki dalam penahanan yang sedang berlangsung, termasuk penolakan komunikasi dengan penasihat hukum.  nnShelby mengeluarkan perintah show cause, mengarahkan Departemen Kehakiman untuk merespons pada akhir hari Kamis, dengan balasan Chavez jatuh tempo Jumat malam. Sidang mungkin menyusul jika diperlukan. Sementara itu, ICE dilarang mendeportasi Chavez dan harus memberikan akses tepat waktu kepada pengacaranya dalam waktu 24 jam setelah memberi tahu penasihat hukum tentang lokasinya.

Artikel Terkait

Illustration depicting ICE agents confronting a suspect who allegedly struck an officer with his vehicle during a stop in Patterson, California.
Gambar dihasilkan oleh AI

FBI arrests California man shot by ICE; prosecutors charge him with assaulting a federal officer with his vehicle

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi

Federal prosecutors say Carlos Ivan Mendoza Hernandez, 36, was arrested and charged after an April 7 Immigration and Customs Enforcement stop in Patterson, California, during which authorities allege he struck an agent with his car. Mendoza Hernandez was shot multiple times during the encounter and later appeared in federal court in Sacramento on the assault charge, according to court filings and reporting by the Associated Press and other outlets.

A federal judge in Texas has ruled that the detention of Jose Alberto Gomez-Gonzalez, a 24-year-old student at Texas State University, violates his Fifth Amendment rights and ordered his release by March 1. The ruling criticizes the Trump administration's immigration enforcement rhetoric while sidestepping a recent appeals court decision on indefinite detention. Gomez-Gonzalez was detained in August 2025 following a traffic stop.

Dilaporkan oleh AI

A federal judge in Minnesota has held the Trump administration in contempt for violating a court order by transferring a Mexican detainee out of state before his release. The ruling requires reimbursement for the man's return airfare after Immigration and Customs Enforcement released him in Texas, far from his home. The decision highlights ongoing legal challenges to immigration enforcement practices.

Chief U.S. District Judge Patrick J. Schiltz has warned of criminal contempt proceedings against the Trump administration for repeated violations of court orders in immigration cases. The judge expressed frustration over the government's failure to comply with directives related to ICE detentions following Operation Metro Surge. This comes amid overwhelming caseloads for federal attorneys handling the fallout.

Dilaporkan oleh AI

A 24-year-old Mexican national remains at large after driving his vehicle into an ICE officers' car during an arrest attempt in Burlington, Vermont, on March 11, 2026. The Department of Homeland Security described the incident as part of a trend of vehicle attacks on federal agents. Local police clarified they did not assist in the immigration enforcement.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak