Kehilangan jaringan lemak sehat dapat memicu diabetes

Penelitian baru menunjukkan bahwa hilangnya sel lemak yang berfungsi, alih-alih sekadar kelebihan lemak, dapat menyebabkan diabetes dan gangguan metabolik lainnya. Para ilmuwan mempelajari kondisi genetik langka untuk mengungkap bagaimana jaringan adiposa yang rusak mengganggu metabolisme.

Para peneliti di University of Michigan meneliti familial partial lipodystrophy type 2, suatu kondisi yang menyebabkan hilangnya lemak secara abnormal. Mereka menciptakan model tikus dengan mematikan gen lamin A/C pada sel lemak, yang mencocokkan mutasi yang ditemukan pada pasien.

Studi tersebut menemukan bahwa sel lemak yang terdampak kehilangan kemampuannya untuk menyimpan lipid, memasuki kondisi pro-inflamasi, dan mengalami kegagalan mitokondria. Perubahan ini menyebabkan jaringan tersebut menjadi tidak sehat dan akhirnya menghilang.

"Ini benar-benar menekankan pentingnya lemak sehat dalam menjaga metabolisme tetap utuh dan berfungsi," kata Elif Oral. Temuan ini dipublikasikan dalam Journal of Clinical Investigation pada tahun 2025.

Karya ini menyoroti sel lemak sebagai pemain kunci dalam pengendalian gula darah dan menyarankan target baru untuk melindungi jaringan adiposa pada penyakit metabolik.

Artikel Terkait

Illustration of abdominal fat cells related to aging and new fat generation.
Gambar dihasilkan oleh AI

Study links age-related belly fat to a newly identified fat-progenitor cell state

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi

Researchers at City of Hope report that aging can spur the emergence of an age-enriched population of adipose progenitor cells that is especially prone to generating new fat cells in abdominal white fat. The work, published in Science, points to a signaling pathway that may help drive midlife increases in belly fat and could become a future therapeutic target.

Eliminating sucrose from a low-fat diet worsened glucose tolerance and altered the gut microbiome in mice over 16 weeks, according to results presented on Saturday, June 13, 2026, at ENDO 2026, the Endocrine Society’s annual meeting in Chicago.

Dilaporkan oleh AI

Researchers at the Weizmann Institute of Science have identified a protein that influences how cells manage fat and energy. Disabling the protein, known as MTCH2 or Mitch, increased fat consumption and reduced the formation of new fat cells in human cell experiments. The work builds on earlier findings in mice.

Researchers have uncovered links between microbes in the mouth and metabolic conditions like obesity, pre-diabetes, and fatty liver disease. The study analyzed oral swabs from over 9,000 participants using advanced sequencing techniques. Experts suggest these findings could lead to simple swab-based screenings.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak