Madison officials say proposed crypto data center won't raise electric rates

City staff in Madison, South Dakota, have reassured residents that a planned cryptocurrency mining facility will not increase local electricity costs and may even lower them. The project, operated by Giga Energy, is set to use 10 megawatts of power starting in August 2026. Officials addressed public concerns during town hall meetings on January 28.

In Madison, South Dakota, city officials recently quelled worries about a proposed cryptocurrency data center, emphasizing that it poses minimal risk to residents' electricity rates. At town hall meetings on January 28, Utilities Director Mike Plooster and City Administrator Jameson Berreth explained that the facility, to be run by Giga Energy, would operate on a separate circuit from the city's grid, ensuring no disruptions to local power supply. The center requires rezoning of 3.75 acres next to the Madison Generating Plant, off Highway 34, from agricultural and highway business to light industrial use.

The small-scale operation focuses on mining cryptocurrencies like Bitcoin, using four to six shipping containers of computer equipment. Unlike AI data centers, which demand constant power and vast resources, this crypto facility is air-cooled, needs water only for bathrooms, and can be interrupted during emergencies. It will consume 10 megawatts, representing about 3.5% of the city's metered electrical sales. Berreth noted that Giga Energy will cover all infrastructure costs, including upgrades and a decommissioning fund, plus a reserve deposit for usage.

Financially, the project could benefit the city. Plooster estimated it would generate $425,000 annually in electrical revenue, potentially accelerating the payoff of loans and reducing surcharges. "Rates with the data center will be lower than rates without the data center," Berreth stated. Additional income includes $66,000 in sales tax from electrical purchases and possible proceeds from land sales or leases, as the city owns the site.

Despite planned rate hikes for broader grid upgrades—from 69 kilovolts to 115 kilovolts to match Western Area Power Administration standards—these are unrelated to the data center. The substation upgrade, proceeding regardless, aligns with the facility's August 2026 launch to ease grid strain. Madison has a letter of intent with Giga Energy and joined Heartland Energy's DATA program, offering interruptible rates tied to wholesale market fluctuations for added flexibility.

Public concerns about noise, emissions, and utility impacts persist but will be tackled in upcoming planning and commission meetings, where a conditional use permit could impose regulations. Resident Jim Thompson, initially wary of a larger AI project, found reassurance: "There's not much of a downside."

Plooster stressed caution: "We don't want a lot of risk involved." Recordings of the meetings are available on the city's Facebook page.

Artikel Terkait

President Trump shakes hands with tech CEOs signing the Ratepayer Protection Pledge at the White House, with AI data centers symbolized in the background.
Gambar dihasilkan oleh AI

Raksasa teknologi menandatangani ikrar Gedung Putih untuk menanggung biaya daya pusat data AI di tengah kritik

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Pada 4 Maret 2026, perusahaan teknologi terkemuka termasuk Amazon, Google, Meta, Microsoft, OpenAI, Oracle, dan xAI menandatangani Ratepayer Protection Pledge yang tidak mengikat di Gedung Putih, dengan berkomitmen mendanai pembangkit listrik baru dan infrastruktur untuk pusat data AI guna melindungi konsumen dari kenaikan tagihan listrik. Presiden Trump memujinya sebagai 'kemenangan bersejarah', tetapi para kritikus mempertanyakan kemampuan penegakannya di tengah kekhawatiran lingkungan dan ekonomi yang semakin meningkat.

Presiden Trump bertemu dengan para eksekutif dari perusahaan teknologi besar bulan lalu, di mana mereka menandatangani ikrar sukarela untuk menanggung biaya energi untuk pusat data mereka. Perjanjian tersebut, yang dijuluki Ratepayer Protection Pledge, mencakup pengamanan pasokan listrik mereka sendiri dan pendanaan infrastruktur yang diperlukan. Para kritikus menepisnya sebagai langkah yang tidak memiliki mekanisme penegakan hukum.

Dilaporkan oleh AI

The rapid expansion of data centres driven by artificial intelligence poses risks to South Africa's already strained electricity and water supplies. Global forecasts predict a sharp rise in energy demands, with local facilities already consuming significant power. Experts urge greater transparency and resource management to mitigate potential shortages.

Dokumen menunjukkan Google berencana mengoperasikan salah satu pusat data terbesar di Amerika Serikat di Nebraska tenggara, yang ditenagai oleh pembangkit listrik gas alam Tenaska yang mampu menghasilkan hingga 3.000 megawatt. Proyek ini, yang mungkin menggabungkan teknologi penangkapan karbon, bergantung pada rancangan undang-undang negara bagian yang mengizinkan pembangkit listrik swasta untuk terhubung ke jaringan listrik publik. Tenaska telah mengamankan opsi atas lebih dari 2.600 ekar lahan untuk lokasi tersebut.

Dilaporkan oleh AI

Perusahaan teknologi semakin menggunakan turbin dan mesin gas alam untuk menghasilkan listrik di lokasi untuk pusat data di tengah lonjakan permintaan AI. Tren ini memicu ledakan proyek bahan bakar fosil, terutama di Amerika Serikat. Para ahli memperingatkan bahwa hal itu bisa mengunci emisi lebih tinggi dan menghambat adopsi energi terbarukan.

Poling baru POLITICO menunjukkan orang Amerika semakin melihat pusat data sebagai topik kampanye masa depan, meskipun pendapat masih berubah-ubah. Anggota legislatif dari kedua partai mendorong regulasi penggunaan AI dan pertumbuhan pusat data di tengah kekhawatiran tentang energi dan sumber daya. Negara bagian seperti Florida dan New York memimpin upaya untuk mengatasi isu-isu ini.

Dilaporkan oleh AI

Google sedang membangun pusat data baru di Texas yang menggunakan teknologi pendingin udara canggih untuk meminimalkan penggunaan air. Fasilitas tersebut akan membatasi konsumsi air terutama untuk operasi esensial seperti dapur. Inisiatif ini sejalan dengan investasi lebih luas perusahaan sebesar 40 miliar dolar AS di negara bagian tersebut selama dua tahun.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak