Meta, yang sebelumnya dikenal sebagai Facebook, telah menerapkan penjadwalan Linux latensi rendah dari Valve pada Steam Deck di seluruh pusat data besarnya. Teknologi ini, yang awalnya dirancang untuk mencegah frame drop saat bermain game, kini mengoptimalkan beban kerja server Meta. Langkah ini menyoroti persilangan antara inovasi perangkat keras konsumen dan komputasi perusahaan.
Valve mengembangkan penjadwalan Linux khusus untuk perangkat game genggam Steam Deck, di mana ia memastikan kinerja lancar dengan meminimalkan latensi dan menghindari frame drop selama bermain. Menurut laporan, Meta telah mengadopsi penjadwalan ini untuk infrastruktur pusat data ekstensifnya, menganggapnya ideal untuk menangani beban kerja demanding platformnya.
Implementasi ini menggarisbawahi bagaimana teknologi open-source dari gaming dapat diskalakan ke tingkat perusahaan. Tom's Hardware mencatat bahwa desain latensi rendah penjadwal tersebut sangat cocok untuk pusat data besar Meta, yang memproses jumlah data besar untuk layanan seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp. Phoronix mengonfirmasi penggunaan Meta terhadap penjadwalan terinspirasi Steam Deck ini pada servernya, menekankan akarnya pada perangkat keras Valve.
Penerapan ini, yang dilaporkan pada 23 Desember 2025, menunjukkan fleksibilitas optimalisasi berbasis Linux dalam menjembatani aplikasi konsumen dan profesional. Tidak ada metrik kinerja spesifik atau jadwal rollout yang dirinci dalam sumber, tetapi adopsi ini menunjukkan inovasi berkelanjutan dalam manajemen server.