Opera telah mengumumkan versi Linux asli dari browser Opera GX yang berfokus pada gaming, menargetkan komunitas gamer Linux yang semakin berkembang. Langkah ini datang saat pangsa pasar Linux di Steam tetap stabil di atas 3% selama tiga bulan. Rilis dijadwalkan pada kuartal pertama 2026.
Opera, yang dikenal dengan browser yang dapat disesuaikan, sedang memperluas Opera GX yang berorientasi gaming ke Linux, platform yang mengalami pertumbuhan stabil dalam adopsi gaming. Pengumuman ini menyoroti respons Opera terhadap popularitas Linux yang meningkat di kalangan gamer, dengan pangsa pasar sistem operasi di Steam tetap di atas 3% selama tiga bulan berturut-turut. Perkembangan ini datang di tengah kekecewaan pengguna terhadap Windows, terutama integrasi Microsoft dari fitur AI seperti Copilot ke alat seperti File Explorer. Opera GX, yang sudah populer di Windows dan macOS, menawarkan fitur yang disesuaikan untuk gamer. Ini termasuk GX Control, yang memungkinkan pengguna membatasi penggunaan CPU, RAM, dan bandwidth jaringan browser. Browser ini mengintegrasikan Discord dan Twitch langsung ke sidebar, bersama dengan pemutar musik yang mendukung Spotify, Apple Music, dan YouTube Music. Keuntungan tambahan mencakup GX Corner untuk pembaruan penawaran game gratis dan kalender rilis, serta opsi kustomisasi ekstensif seperti tema, efek suara keyboard, integrasi Razer Chroma RGB, dan mod komunitas. Bagi pengguna Linux, versi asli diharapkan bekerja dengan baik di lingkungan seperti GNOME dan KDE, termasuk distribusi gaming seperti Nobara Linux dan Bazzite. Notifikasi berbasis browser dan mode penghemat baterai seharusnya meningkatkan kegunaan, terutama pada laptop. Namun, Opera belum menentukan tanggal rilis yang tepat dalam Q1 2026, meskipun ada permintaan untuk detail lebih lanjut. Komitmen ini menggarisbawahi kedewasaan gaming Linux, berpotensi menarik lebih banyak pengguna dari platform dominan dan memperkuat daya tarik lintas platform Opera.