Pria Oregon divonis seumur hidup atas pembunuhan dan pencurian tiket lotre

Seorang pria asal Oregon yang membunuh seorang wanita dan mencairkan tiket lotre kemenangannya telah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Jason David Perillo, 52, mengaku bersalah atas dakwaan pembunuhan tingkat dua pada hari Kamis terkait kematian Catherine Grace Crosse.

Crosse, 41, ditemukan tewas dengan sekitar 30 luka tusukan di bagian wajah dan leher di dalam kendaraan rekreasi (RV) miliknya di Wilsonville pada 31 Desember 2024. Jaksa menyatakan bahwa Perillo, yang merupakan pelanggan yang membeli narkoba dari Crosse, terekam dalam video memasuki RV tersebut dan pergi dua jam kemudian membawa sejumlah barang, termasuk tiket lotre senilai $400,05.

Perillo membeli sebuah truk seharga $2.000 dan memberikan $1.000 kepada istrinya sesaat setelah pembunuhan tersebut. Ia mencairkan tiket lotre itu empat hari kemudian. Sebagai bagian dari kesepakatan pengakuan bersalah, dakwaan pembunuhan tingkat pertama dan perampokan dibatalkan.

Perillo dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dengan kemungkinan pembebasan bersyarat setelah 25 tahun.

Artikel Terkait

Reina Gabriela Jackson, 45, received a life sentence with parole eligibility after 25 years for the second-degree murder of her ex-husband, Dr. Craig Jackson. The killing occurred during a home invasion in North Bend, Oregon, in August 2021. Prosecutors described the act as driven by jealousy over his remarriage.

Dilaporkan oleh AI

Kandynn Wilson, 34, was sentenced to life in prison without parole plus one year for the 2022 murder of his estranged wife Ericka Wilson.

Utah mother Kouri Richins received a life sentence without parole on Wednesday for murdering her husband with a fentanyl-laced drink in 2022. The sentencing came on what would have been Eric Richins' 44th birthday.

Dilaporkan oleh AI

A 76-year-old Iowa man who admitted to killing his chronically ill wife to end her suffering has been sentenced to 50 years in prison. Richard Hoesing pleaded guilty to second-degree murder after originally facing first-degree charges. The judge imposed a mandatory minimum of 35 years before parole eligibility.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak