Sebuah van bermesin baja yang aneh menyerupai Tesla Cybertruck terlihat melaju di jalan-jalan bersalju Perm, Rusia. Kendaraan ini tampaknya merupakan versi modifikasi dari van kargo listrik China, dengan panel sudut dan elemen desain yang dipinjam dari truk listrik Amerika. Imitasi ini menyoroti pengaruh yang semakin besar dari produsen mobil China di pasar Rusia setelah penarikan merek Barat.
Di kota Perm, Rusia, sebuah van yang tertutup salju dan dilapisi panel baja sudut terbuka telah menarik perhatian karena kemiripannya yang mencolok dengan Tesla Cybertruck. Terlihat bergemuruh melintasi jalan-jalan perkotaan, kendaraan ini memiliki flare fender hitam di sekitar lengkungan roda, velg gelap, bilah lampu LED di depan, dan kaca depan datar berbentuk tajam—elemen yang langsung mencerminkan desain khas Cybertruck.
Detail terbatas tersedia, tetapi van ini kemungkinan berasal dari model V90 listrik dari produsen China Weiqiao New Energy. V90 standar sudah mengadopsi fitur terinspirasi Cybertruck, seperti bilah lampu, kaca depan datar, dan kaca samping geometris. Namun, versi ini menyimpang dengan pintu samping geser yang diganti dan pintu belakang gulung besar menggantikan tailgate terpisah asli, menandakan modifikasi kustom. Logam yang digunakan kemungkinan tidak menyamai exoskeleton baja tahan karat Cybertruck.
Kemunculan 'Cybervan' ini datang di tengah perubahan signifikan dalam lanskap otomotif Rusia. Setelah produsen Barat keluar secara massal dari pasar setelah invasi Ukraina pada 2022, perusahaan China mengambil alih, kini mendominasi penjualan mobil baru. Van ini, dihiasi logo perusahaan di sisinya, tampak dirancang sebagai iklan bergerak untuk bisnis pembuatnya daripada sekadar penghormatan.
Meskipun imitasi ini menangkap esensi truk kontroversial Tesla, hal itu menekankan daya tarik global—dan replikasi—desain kendaraan listrik inovatif, bahkan dalam bentuk tidak konvensional.