Tesla menandai 2025 dengan serangkaian momen viral dari para pemiliknya, melampaui peluncuran Robotaxi untuk menampilkan kreativitas dan tantangan komunitas. Cerita-cerita ini, mulai dari inovasi DIY hingga perdebatan media sosial, menggarisbawahi dampak budaya merek tersebut. Sorotan termasuk CyberRoadster kustom dan perbandingan kendaraan tak terduga.
Tahun 2025 Tesla dipenuhi aksi-aksi pemiliknya yang menghasilkan berita utama, sebagaimana dirangkum oleh Supercar Blondie. Tahun dimulai dengan pemilik Cybertruck di Colorado yang berbagi antusiasmenya di Cybertruck Owners Club. "Istri saya menggambarkannya seperti beralih dari mesin tik ke laptop," katanya, setelah membayar $80.000 untuk kendaraan itu, yang dianggapnya harga wajar untuk kemajuannya. Namun, ia menyatakan satu penyesalan: ia tidak akan memilih Full Self-Driving (FSD) lagi.
Sebaliknya, pemilik Cybertruck di California menghadapi cercaan online setelah mencoba off-road sambil menarik. Saat mencari bantuan di media sosial, ia mendapat tanggapan tak simpatik, termasuk "Cukup beli [Ford] F-150" dan "Ini bukti lagi bahwa para penggemar truk tidak mendesain [Cybertruck]".
Sorotan lain adalah balapan drag yang diselenggarakan oleh YouTuber MADMAXC7, mempertemukan Cybertruck melawan RAM TRX, keduanya dicat hijau Goblin. Acara itu menyoroti performa truk pickup modern.
YouTuber Simon Minter memilih Tesla daripada Porsche miliknya, menjelaskan bahwa ia terlalu peduli dengan Porsche untuk mempertaruhkan kerusakannya, lebih memilih Tesla untuk penggunaan sehari-hari.
Akhirnya, YouTuber berbasis di Los Angeles David Andreyev, yang dikenal sebagai Cyber Hooligan, membangun Tesla CyberRoadster DIY menggunakan sasis Model 3 dan komponen Cybertruck. Meski legal, mengemudikannya menyebabkan kekacauan di kota.
Momen-momen ini mencerminkan kemampuan berkelanjutan Tesla untuk menginspirasi inovasi dan perdebatan di komunitasnya.