Seoul berencana melipatgandakan penerjemah wisata medis hingga sepuluh kali lipat

Pemerintah Metropolitan Seoul mengumumkan akan meningkatkan jumlah koordinator penerjemah wisata medis menjadi sekitar 1.000 orang tahun ini, hampir sepuluh kali jumlah saat ini. Langkah ini bertujuan melayani lebih baik lonjakan pasien asing yang terus bertambah. Inisiatif ini menyusul nota kesepahaman yang ditandatangani minggu lalu dengan K-Medical Tourism Association.

Pengumuman itu disampaikan pada Senin, 9 Maret 2026, sebagai bagian dari upaya mendukung sektor wisata medis yang sedang berkembang pesat di kota tersebut. Berdasarkan kesepakatan dengan K-Medical Tourism Association, koordinator penerjemah akan ditempatkan di lembaga medis utama yang didukung pemerintah kota. Kedua pihak juga berencana menyelenggarakan program pelatihan untuk meningkatkan keterampilan interpretasi di kalangan profesional.  nnKoordinator-koordinator ini akan menyediakan terjemahan selama operasi dan perawatan, serta panduan mengenai pilihan pengobatan dan layanan wisata medis bagi pasien asing. Perluasan ini diharapkan memberikan bantuan yang lebih lengkap, mencakup segala hal mulai dari konsultasi pra-pengobatan hingga tindak lanjut pasca-pengobatan.  nnStatistik dari Korea Health Industry Development Institute menunjukkan bahwa Korea Selatan menyambut lebih dari 1.170.000 wisatawan medis asing pada 2024, dengan 998.642—atau sekitar 85 persen—menuju Seoul, jumlah tertinggi yang tercatat. Lonjakan ini sejalan dengan tren “Karecation”, yang memadukan perawatan medis dengan pengalaman liburan di Korea, saat wisatawan mencari layanan rekreasi dan kesehatan gabungan.  nnLaporan dari Hana Institute of Finance bulan lalu menunjukkan pengeluaran wisata medis melonjak 438 persen pada 2024 dibandingkan 2019. Layanan dermatologi menyumbang 57,4 persen dari konsumsi tahun lalu, naik dari 21,1 persen pada 2019, sementara pangsa bedah plastik turun dari 33,4 persen menjadi 23,1 persen. Ini menunjukkan preferensi terhadap prosedur yang lebih cepat dan kurang invasif yang sesuai dengan itinerary perjalanan.  nnUntuk meningkatkan daya tariknya, Seoul berencana membuat platform terintegrasi untuk informasi rumah sakit, visa, akomodasi, dan pariwisata. Kota ini juga akan menciptakan “akomodasi ramah medis” di dekat rumah sakit untuk menginap lebih lama. Kim Myung-ju, kepala departemen pariwisata kota, menyatakan: “Dengan memperluas jumlah koordinator penerjemah dan menyediakan informasi tepat waktu, kami akan membantu memastikan bahwa wisatawan medis asing yang mengunjungi Seoul menerima layanan medis yang akurat dan menikmati kunjungan yang lebih memuaskan.”

Artikel Terkait

U.S. and South Korean officials launch visa support desk at Seoul embassy to aid Korean investors after Georgia raid.
Gambar dihasilkan oleh AI

U.S. opens visa support desk for Korean investors after Georgia raid

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

South Korea and the United States launched the Korean Investment and Travel Desk at the U.S. Embassy in Seoul to streamline visa procedures for Korean investors, following the detention of over 300 Korean workers in a Georgia immigration raid. The initiative aims to clarify visa rules and reduce entry uncertainties for skilled employees. Subcontractors will now apply through prime contractors like Samsung and SK.

Korea's regional cities are emerging as new hotspots for foreign tourists. With projections of 20.36 million visitors this year surpassing pre-pandemic levels, a global shift toward slower, experience-driven travel is drawing crowds beyond Seoul, Busan, and Jeju. Yet experts warn that without robust local infrastructure and unique content, this momentum may not endure.

Dilaporkan oleh AI

The education ministry has confirmed the medical school admission quota at 3,548 for the 2027 academic year, an increase of 490 from 2024. This decision comes amid past conflicts over quota hikes. The government plans to gradually raise it by an average of 668 annually through 2031.

Lee Yun-hyang, former director of the State Department's Office of Language Services and Donald Trump's interpreter, met with Korean reporters in Washington on March 26 to recall the three US-North Korea summits. She described the tense yet warm atmosphere of the 2018 Singapore, 2019 Hanoi, and Panmunjom meetings, highlighting the leaders' determination for dialogue. Lee said she used her tone to foster a positive mood during the talks.

Dilaporkan oleh AI

In Washington, South Korea's new ambassador to the US, Kang Kyung-wha, pledged on November 18 to work closely with American counterparts to create conditions for resuming talks with North Korea. She emphasized South Korea's role as a peacemaker and pacemaker in fostering inter-Korean and US-North Korea dialogues.

Heads of health authorities from South Korea, China, and Japan agreed to bolster trilateral cooperation on universal health coverage and mental health using AI and digital technologies at the 18th Tripartite Health Ministers' Meeting in Seoul. The pact comes amid diplomatic tensions between Tokyo and Beijing over Taiwan. The dialogue originated in 2007 from joint efforts on pandemic influenza preparedness.

Dilaporkan oleh AI

Senior diplomats from South Korea and the United States discussed efforts to strengthen their alliance through public diplomacy on April 1. They explored joint initiatives including digital communication and people-to-people exchanges, and signed a memorandum for the US 250th independence anniversary. The US expressed concerns over South Korea's recent online misinformation law revision.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak