Tidur seharian saat puasa ramadhan tidak membatalkan puasa menurut mayoritas ulama

Mayoritas ulama, termasuk mazhab Syafi’i, menyatakan bahwa tidur sepanjang hari tidak membatalkan puasa Ramadhan selama niat puasa dilakukan pada malam hari. Pandangan ini didasarkan pada penjelasan Imam an-Nawawi dalam kitab fikih. Meski demikian, tidur berlebihan dianjurkan untuk dihindari agar tidak lalai dari kewajiban ibadah.

Bulan Ramadhan sering kali mengubah pola makan dan tidur umat Islam, menyebabkan kelelahan di siang hari. Banyak orang memilih tidur lebih lama untuk mengatasi rasa lemas ini. Namun, muncul pertanyaan apakah tidur seharian penuh membatalkan puasa.

Tidur merupakan kebutuhan biologis yang bermanfaat bagi kesehatan, seperti pemulihan tubuh dan penguatan imun. Dalam Islam, segala bentuk berlebihan tidak dianjurkan, termasuk tidur yang membuat seseorang lalai dari kewajiban. Untuk menjawab hal ini, rujukan diambil dari pandangan ulama dan kitab fikih.

Menurut NU Online, mayoritas ulama berpendapat bahwa puasa tetap sah jika seseorang tidur dari pagi hingga magrib, asal niat puasa dilakukan pada malam hari. Hal ini dijelaskan oleh Imam an-Nawawi dalam al-Majmu’ Syarah al-Muhadzdzab (6/384): "إِذَا نَامَ جَمِيعَ النَّهَارِ وَكَانَ قَدْ نَوَى مِنَ اللَّيْلِ صَحَّ صَوْمُهُ عَلَي الْمَذْهَبِ وِبِهِ قَالَ الْجُمْهُورُ". Artinya: Apabila seorang yang berpuasa tidur sepanjang hari sedangkan ia telah berniat puasa pada malam harinya, maka puasanya sah menurut mazhab Syafi’i, dan ini dianut mayoritas ulama.

Pandangan minoritas dari Abu Thayyib bin Salamah, Abu Said Al-Ishthakhriy, dan Ibnu Suraij menyatakan sebaliknya, bahwa puasa tidak sah. Namun, pendapat mayoritas lebih kuat, dengan dalil dari Al-Qur’an.

Imam an-Nawawi juga menyebutkan kesepakatan ulama bahwa jika seseorang bangun walau sebentar pada siang hari, puasanya tetap sah. Penjelasan ini dirangkum dari NU Online pada Sabtu, 21 Februari 2026, menekankan agar puasa tetap bernilai ibadah tanpa lalai.

Artikel Terkait

The fasting month of Ramadan is drawing to a close, but before that, Muslims observe the holy 'Night of Power' (Laylat al-Qadr). This night, considered more valuable than a thousand months, is when, according to Islamic tradition, the fates of the coming year are determined. Many believers devote the last ten nights to intense prayers to ensure they do not miss this special time.

Dilaporkan oleh AI

Umat Islam dianjurkan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal setelah Ramadhan, dengan pahala setara puasa satu tahun penuh berdasarkan hadis Rasulullah SAW. Jadwal untuk 1447 H jatuh pada 22-27 Maret 2026.

After Ramadan ended last Friday, concern has arisen over street families attracted by food distributions in Mombasa. Political leaders and county officials call for swift action to provide them housing. The situation risks escalating security challenges.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak