Kebiasaan yang bisa menyebabkan kenaikan berat badan saat Ramadhan

Banyak orang mengira puasa Ramadhan membantu menurunkan berat badan, tetapi kenyataannya justru sebaliknya bagi sebagian orang. Penelitian menunjukkan bahwa perubahan berat badan bergantung pada asupan kalori total, kualitas makanan, pola tidur, dan aktivitas fisik. Beberapa kebiasaan buruk selama bulan puasa dapat mendorong kenaikan berat badan.

Bulan Ramadhan sering dianggap waktu ideal untuk mengurangi berat badan melalui puasa dari fajar hingga maghrib, yang membantu mengontrol asupan kalori dan memperbaiki metabolisme. Namun, realitas menunjukkan bahwa tidak sedikit orang mengalami kenaikan berat badan. Sebuah artikel dari VIVA menyebutkan bahwa puasa Ramadhan tidak secara otomatis menurunkan berat badan, melainkan dipengaruhi oleh faktor seperti total kalori yang dikonsumsi, jenis makanan, pola tidur, dan tingkat aktivitas fisik.

Jika kebiasaan selama puasa justru meningkatkan asupan energi berlebih sambil mengurangi pembakaran kalori, kenaikan berat badan bisa terjadi. Menurut sumber dari PMC, berikut beberapa kebiasaan yang berpotensi menyebabkan hal itu:

  1. Makan berlebihan saat berbuka puasa: Setelah seharian menahan lapar, banyak yang membalas dengan porsi besar. Studi dari National Institutes of Health menemukan bahwa hal ini dapat meningkatkan total asupan kalori selama Ramadhan, melebihi kebutuhan harian dan menyebabkan kenaikan berat badan.

  2. Konsumsi makanan tinggi lemak dan gula: Hidangan seperti gorengan, makanan bersantan, serta kue-kue manis menjadi favorit. Penelitian di jurnal Frontiers mencatat peningkatan konsumsi makanan tinggi gula dan lemak di beberapa negara selama puasa, yang dapat menambah simpanan lemak tubuh jika rutin.

  3. Minuman manis saat berbuka: Pilihan seperti sirup, minuman bersoda, atau jus ber gula tambahan memberikan kalori tinggi tanpa rasa kenyang lama. World Health Organization memperingatkan bahwa gula berlebih selama Ramadhan berisiko meningkatkan berat badan dan gangguan metabolik.

Artikel ini diterbitkan pada 21 Februari 2026 oleh Siska Permata Sari di VIVA, menekankan pentingnya kesadaran pola makan untuk menghindari kenaikan berat badan.

Artikel Terkait

Illustration depicting late adolescents overeating ultra-processed foods at a buffet in a Virginia Tech study on heightened vulnerability to overeating.
Gambar dihasilkan oleh AI

Makanan ultra-olahan terkait dengan kelebihan makan pada remaja akhir, temuan studi Virginia Tech

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi

Sebuah studi Virginia Tech menemukan bahwa diet ultra-olahan dapat mendorong usia 18 hingga 21 tahun untuk makan lebih banyak dan ngemil saat tidak lapar, sementara orang dewasa muda yang sedikit lebih tua tidak menunjukkan pola yang sama. Setelah dua minggu pada diet ultra-olahan, peserta yang lebih muda mengonsumsi lebih banyak pada makanan buffet dan lebih mungkin terus makan meskipun melaporkan tidak lapar, menunjukkan periode kerentanan yang meningkat pada akhir remaja.

Puasa Ramadan melibatkan lebih dari sekadar menahan lapar dan haus, melainkan juga menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran. Perubahan pola makan dan tidur memerlukan adaptasi agar ibadah berjalan lancar tanpa kelelahan. Artikel ini membahas tips sehat untuk menjaga energi sepanjang hari puasa.

Dilaporkan oleh AI

Mayoritas ulama, termasuk mazhab Syafi’i, menyatakan bahwa tidur sepanjang hari tidak membatalkan puasa Ramadhan selama niat puasa dilakukan pada malam hari. Pandangan ini didasarkan pada penjelasan Imam an-Nawawi dalam kitab fikih. Meski demikian, tidur berlebihan dianjurkan untuk dihindari agar tidak lalai dari kewajiban ibadah.

Religious leaders and Muslim faithful have called for emergency aid to communities in drought-affected areas as Ramadan begins. The holy month, expected to start on February 18 or 19, coincides with severe drought in counties including Lamu and Mandera. They warn that the drought could endanger health and religious observances.

Dilaporkan oleh AI

Sebuah studi baru dari Northwestern Medicine menunjukkan bahwa berhenti makan tiga jam sebelum tidur dan memperpanjang puasa malam dapat meningkatkan tekanan darah, detak jantung, dan pengendalian gula darah tanpa mengurangi asupan kalori. Peserta menyelaraskan pola makan mereka dengan siklus tidur alami, menghasilkan manfaat kardiometabolik yang terukur. Penelitian ini menyoroti pentingnya waktu makan relatif terhadap tidur.

Penurunan berat badan membalikkan masalah glukosa terkait obesitas pada tikus muda dan paruh baya, tetapi peneliti di Ben-Gurion University of the Negev melaporkan bahwa, pada hewan paruh baya, penurunan berat badan awal bertepatan dengan peningkatan sementara pada perubahan terkait peradangan di hipotalamus, wilayah otak yang terlibat dalam nafsu makan dan pengaturan energi.

Dilaporkan oleh AI

The Kano State Hisbah Board has arrested nine Muslims for allegedly eating in public on the first day of Ramadan. The incident occurred on Wednesday. This enforcement aims to uphold fasting observance during the holy month.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak