Menjaga tubuh tetap prima selama bulan puasa Ramadan

Puasa Ramadan melibatkan lebih dari sekadar menahan lapar dan haus, melainkan juga menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran. Perubahan pola makan dan tidur memerlukan adaptasi agar ibadah berjalan lancar tanpa kelelahan. Artikel ini membahas tips sehat untuk menjaga energi sepanjang hari puasa.

Puasa Ramadan sering kali mengubah rutinitas harian, termasuk pola makan dan waktu istirahat, yang dapat membuat tubuh lelah jika tidak dikelola dengan baik. Menurut Trisya Frida dari U-Report, sahur menjadi pondasi utama energi. Melewatkan sahur dapat menyebabkan kelemahan dan kesulitan konsentrasi. Disarankan memilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah, kentang, atau roti gandum untuk energi tahan lama, ditambah protein dari telur, ikan, tahu, atau tempe, serta sayur dan buah untuk vitamin dan serat.

Dehidrasi merupakan risiko besar selama puasa. Untuk mencegahnya, minumlah air putih secukupnya dari waktu berbuka hingga sahur, dibagi menjadi beberapa sesi seperti saat berbuka, setelah makan malam, sebelum tidur, dan sahur. Hindari minuman berkafein berlebih yang dapat memperburuk dehidrasi.

Saat berbuka, mulailah dengan air putih dan makanan manis alami seperti kurma, lalu beri jeda sebelum makan utama. Hindari makanan berlemak atau gorengan dalam jumlah banyak untuk mencegah ketidaknyamanan perut.

Aktivitas fisik ringan tetap diperlukan, seperti jalan santai atau peregangan menjelang berbuka atau setelah shalat tarawih. Pastikan tidur cukup untuk menjaga daya tahan tubuh. Dengan pola makan seimbang, hidrasi yang baik, dan istirahat memadai, puasa dapat dijalani lebih nyaman, mendukung ibadah yang optimal.

Artikel Terkait

Illustration of a study participant with brain scans and gut bacteria visuals related to intermittent fasting research.
Gambar dihasilkan oleh AI

Pembatasan energi intermiten dikaitkan dengan perubahan aktivitas otak dan mikrobioma usus, saran studi berskala kecil

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi

Sebuah studi kecil tahun 2023 terhadap orang dewasa dengan obesitas di Tiongkok menemukan bahwa program pembatasan energi intermiten dikaitkan dengan penurunan berat badan dan perubahan pada bakteri usus, serta perubahan aktivitas di wilayah otak yang terkait dengan nafsu makan, keinginan untuk makan, dan pengendalian diri.

Viva.co.id merangkum tips menjaga kesehatan umum dan puasa selama perjalanan mudik Lebaran agar tetap fit. Artikel oleh Siska Permata Sari diterbitkan pada 19 Maret 2026. Tips mencakup persiapan fisik, hidrasi, istirahat, dan pola makan.

Dilaporkan oleh AI

The fasting month of Ramadan is drawing to a close, but before that, Muslims observe the holy 'Night of Power' (Laylat al-Qadr). This night, considered more valuable than a thousand months, is when, according to Islamic tradition, the fates of the coming year are determined. Many believers devote the last ten nights to intense prayers to ensure they do not miss this special time.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak