Sonic Fire Tech mendemonstrasikan pemadaman api menggunakan infrasonik di California

Sonic Fire Tech memamerkan sistem infrasonik berbasis AI yang memadamkan api di dapur selama demonstrasi di Concord, California. Teknologi ini bertujuan untuk menggantikan alat penyiram air tradisional dengan cara menggetarkan oksigen agar menjauh dari api tanpa menyebabkan kerusakan akibat air. Pejabat pemadam kebakaran dan para ahli turut hadir, menyatakan minat namun tetap berhati-hati di tengah pertanyaan yang masih berlangsung mengenai efektivitasnya.

Di sebuah dapur percontohan di Concord, California, minyak goreng menyala di atas kompor gas, memicu detektor asap. Emiter di dinding kemudian melontarkan gelombang infrasonik, yang memadamkan api dalam hitungan detik. Acara pada tanggal 2 Mei tersebut dihadiri oleh petugas pemadam kebakaran dari Contra Costa County Fire Protection District, pejabat CAL FIRE, dan jurnalis, sebagaimana disaksikan oleh para peserta termasuk reporter Ars Technica. Sonic Fire Tech memosisikan sistem ini sebagai alternatif penyiram air untuk rumah dan ruang komersial seperti pusat data, di mana air dapat merusak perangkat elektronik. Alat penyiram air wajib dipasang di rumah-rumah di California yang dibangun sejak tahun 2011, namun alat tersebut sering menyebabkan kerusakan air yang signifikan. “Kami tidak hanya bisa menggunakannya seperti alat pemadam api biasa; kami menemukan cara untuk mengalirkannya melalui saluran udara dan mendistribusikannya seperti sistem penyiram,” ujar Geoff Bruder, salah satu pendiri dan CEO Sonic Fire Tech. Perusahaan ini juga membidik versi ransel untuk petugas pemadam kebakaran hutan dan telah berkeliling ke California Selatan, dengan acara ini menjadi kegiatan pertama mereka di wilayah utara. Juru bicara perusahaan Stefan Pollack menyatakan bahwa sistem ini bekerja dalam hitungan milidetik tanpa air atau bahan kimia, yang menyasar kebakaran dapur yang mencakup separuh dari insiden kebakaran rumah tangga. Namun, para ahli menyuarakan skeptisisme. Insinyur perlindungan kebakaran Nate Wittasek mempertanyakan kemampuannya dalam mendinginkan permukaan atau mencegah api menyala kembali, berbeda dengan sistem penyiram yang mengurangi risiko flashover. Profesor dari University of California, Berkeley, Michael Gollner, mengutip sebuah makalah tahun 2018 yang mencatat keterbatasan akustik di luar api tahap awal dan menekankan perlunya pengujian ekstensif yang memenuhi standar NFPA 13D. Sonic Fire Tech membagikan ringkasan eksekutif dari Fire Solutions Group yang mengklaim pemadaman yang cepat, namun detail lengkapnya tetap dirahasiakan. Jonathan Hart dari NFPA mencatat bahwa kesetaraan memerlukan persetujuan otoritas dan pengajuan teknis. Wakil Kepala Pemadam Kebakaran Contra Costa, Tracie Dutter, mengatakan bahwa distrik tersebut terbuka untuk melakukan pengujian guna menilai batasan-batasan sistem tersebut, tanpa memberikan dukungan resmi terhadap produk itu.

Artikel Terkait

Lab participants show stress and irritability from inaudible infrasound in a scientific study, with visualized low-frequency waves and cortisol monitors.
Gambar dihasilkan oleh AI

Study finds infrasound can raise cortisol and irritability even when people can’t hear it

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi

A small controlled experiment reported in Frontiers in Behavioral Neuroscience found that exposure to infrasound—ultra-low-frequency vibration below the range of human hearing—was associated with higher salivary cortisol and more negative mood ratings, even though participants could not reliably detect when the infrasound was present.

Hong Kong’s Fire Services Department has approved a smart IoT fire alarm system for 3600 old low-rise residential buildings as an alternative to traditional equipment, following a successful pilot scheme earlier this year.

Dilaporkan oleh AI

Steven Cheng has developed a series of AI-powered prototypes that use lasers to target and eliminate mosquitoes. The mobile system incorporates computer vision, deep learning, and infrared sensors for precise tracking.

An international research team has developed a single mathematical framework that explains the unusual rhythmic behavior of breather laser pulses. The breakthrough unites two previously separate regimes of laser dynamics for the first time.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak