Studi temukan faktor risiko Alzheimer berdampak lebih parah pada perempuan

Penelitian baru dari University of California San Diego menunjukkan bahwa beberapa faktor risiko umum demensia memengaruhi kinerja kognitif perempuan lebih kuat dibandingkan laki-laki. Temuan ini membantu menjelaskan mengapa perempuan menyumbang hampir dua pertiga kasus Alzheimer di Amerika Serikat.

Para ilmuwan menganalisis data dari lebih dari 17.000 orang dewasa paruh baya dan lanjut usia dalam Health and Retirement Study. Mereka meneliti 13 faktor risiko yang telah mapan, termasuk hipertensi, diabetes, depresi, kurangnya aktivitas fisik, dan gangguan pendengaran. Hasil penelitian tersebut diterbitkan pada 19 Mei di jurnal Biology of Sex Differences.

Artikel Terkait

A scientist in a lab analyzing a blood sample for early Alzheimer's detection, with brain scan overlays.
Gambar dihasilkan oleh AI

Blood test can reveal Alzheimer's signs years ahead

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

A new study shows that blood tests can detect signs of Alzheimer's several years before the disease develops. American researchers published the findings in The Lancet.

Women maintain normal scores on standard memory tests for nearly three years longer than men even after Alzheimer’s-related brain changes begin. This cognitive advantage can mask early signs of the disease and delay treatment. A new analysis of long-term studies in the US and Canada highlights the issue.

Dilaporkan oleh AI Fakta terverifikasi

People who reported more mentally stimulating experiences from childhood through older age were less likely to develop Alzheimer’s disease and tended to develop symptoms years later than peers with the lowest enrichment, according to an observational study published in Neurology.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak