Saham Tesla turun menjelang laporan pendapatan Q4

Saham Tesla turun sekitar 3% pada Senin saat investor bersiap untuk rilis pendapatan Q4 perusahaan minggu ini. Laporan tersebut, yang dijadwalkan setelah penutupan pasar pada Rabu, dianggap sebagai ujian kritis janji CEO Elon Musk tentang otonomi kendaraan. Para pedagang mengantisipasi ayunan harga signifikan setelah hasilnya.

Tesla Inc. (NASDAQ: TSLA), produsen kendaraan listrik terkemuka, mengalami penurunan harga saham pada Senin, turun sekitar 3% di tengah antisipasi pendapatan kuartal keempat. Penurunan ini menempatkan saham jauh di bawah puncak pertengahan Desember mendekati $490, kontras dengan kenaikan kecil di indeks yang lebih luas seperti S&P 500 dan Nasdaq. Pendapatan mendatang, dijadwalkan dirilis setelah penutupan pasar pada Rabu, dipandang investor sebagai momen penting. Mereka akan meneliti apakah komitmen ambisius Elon Musk terhadap otonomi di kendaraan Tesla terwujud seperti yang dijanjikan. Pelaku pasar bersiap untuk apa yang digambarkan sebagai minggu make-or-break bagi perusahaan. Para pedagang mengharapkan pergerakan besar dalam harga saham Tesla setelah hasil diumumkan. Volatilitas ini menggarisbawahi taruhan tinggi seputar kinerja Tesla di sektor kendaraan listrik yang kompetitif dan kemajuannya dalam teknologi mengemudi otonom. Meskipun penurunan saham baru-baru ini menimbulkan pertanyaan tentang sentimen investor, beberapa pengamat menyarankan hal itu bisa menjadi peluang beli menjelang kejutan pendapatan positif potensial.

Artikel Terkait

Illustration of Tesla stock decline on Wall Street amid slumping EV sales and showroom with unsold cars.
Gambar dihasilkan oleh AI

Tesla stock declines over 2% on weakening EV demand

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Tesla shares fell more than 2% on Monday amid concerns over slumping electric vehicle sales and rising investments in AI and robotics. U.S. EV demand dropped 30% year-over-year in January, partly due to the end of a federal tax credit. The decline comes as the company plans to double its capital spending to $20 billion for ambitious projects like robo-taxis.

Tesla's shares fell about 2% on Friday, with options traders paying up to protect against further declines. Wall Street analysts remain cautious on the electric vehicle maker's pivot toward artificial intelligence and robotics, citing recent revenue drops and production changes. Despite the concerns, some see potential in Tesla's energy business, particularly Megapack batteries for AI data centers.

Dilaporkan oleh AI

Tesla shares fell approximately 2.6% to around $392 in early trading on March 2, 2026, amid rising oil prices from Middle East tensions and mixed European sales data. The decline followed a Cybertruck price increase to $69,990 for the dual-motor all-wheel-drive model. Investors weighed these factors against ongoing demand concerns in key markets.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak