Peneliti UCLA kembangkan tabir surya mineral dengan residu putih minimal

Para ilmuwan di UCLA telah merancang bentuk baru seng oksida untuk tabir surya mineral yang memberikan perlindungan SPF 30 sekaligus meninggalkan residu yang tidak terlalu mencolok pada kulit. Pendekatan ini mengubah bentuk partikel menjadi tetrapoda mikroskopis untuk mengatasi hambatan umum dalam penggunaan rutin.

Studi yang diterbitkan dalam ACS Materials Letters ini berfokus pada perubahan struktur fisik seng oksida alih-alih mengembangkan bahan kimia baru. Partikel standar sering kali menggumpal dan membiaskan cahaya tampak, menciptakan lapisan putih atau abu-abu yang sangat terlihat pada warna kulit yang lebih gelap.

Para peneliti yang dipimpin oleh Paul S. Weiss dan penulis pertama AJ Addae menguji partikel berbentuk tetrapoda tersebut dalam eksperimen laboratorium dan aplikasi pada kulit. Formula tersebut tetap stabil dari waktu ke waktu dan menghasilkan tampilan yang lebih hangat menyerupai warna kulit alami tanpa tambahan pigmen.

Weiss mengatakan bahwa meningkatkan tampilan tabir surya dapat mendorong penggunaan yang konsisten dan mendukung pencegahan kanker kulit. Addae mencatat kekecewaan pribadinya terhadap produk yang ada saat ini sebagai motivasi untuk penelitian ini, yang juga melibatkan kolaborasi dengan departemen dermatologi UCLA Health.

Pengujian lebih lanjut diperlukan sebelum produk ini tersedia secara komersial, menurut para peneliti.

Artikel Terkait

Researchers have modified bacteria to manufacture gadusol, a UV-protective substance found in fish eggs. The advance could support development of transparent, eco-friendly sunscreens. The work was led by a team at Jiangnan University in China.

Dilaporkan oleh AI

Scientists at Brown University and the University of Michigan have created and stabilized a previously theoretical crystal phase by assembling custom silver nanoparticles. The breakthrough, published in Science, reveals details of metal crystal transformations and shows room-temperature quantum optical properties.

Brazil's Anvisa banned on Wednesday (29) the manufacturing, distribution, sale, and promotion of all cosmetics from Henlau Química, including brands Sunlau, Wurth, and Needs. The action followed an inspection revealing unauthorized formulas and regulatory breaches. The agency ordered product recalls.

Dilaporkan oleh AI

Researchers in China have identified a new mechanism that uses proton movement to speed up energy transfer in materials. The process, observed in quantum dots, relies on quantum tunneling at room temperature. It could help improve solar cells, lasers and catalysts.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak